Wednesday, June 24, 2026
home_banner_first
MEDAN

Bobby Nasution Tegur PT ALS, Manifest Penumpang Tak Sesuai Data Korban Kecelakaan

Mistar.idJumat, 8 Mei 2026 pukul 15.26 WIB
bobby_nasution_tegur_pt_als_manifest_penumpang_tak_sesuai_data_korban_kecelakaan

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terlibat kecelakaan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata hanya memiliki lima penumpang yang tercatat dalam manifest perjalanan. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution pun memberikan peringatan kepada PT ALS.

Bobby menyesalkan PT ALS yang diduga masih mengambil penumpang di tengah perjalanan. Menurutnya, hal tersebut menyulitkan proses pendataan penumpang, terutama dalam kondisi kecelakaan seperti saat ini.

Diketahui, manifest perjalanan hanya mencatat lima penumpang untuk rute Semarang-Medan. Sementara itu, dalam kecelakaan tersebut terdapat 14 penumpang dan empat kru yang menjadi korban.

“Penumpang di manifest saat berangkat hanya lima, tapi saat kecelakaan jumlahnya belasan. Sekarang jadi bingung mencari penumpang yang tidak terdaftar di manifest, termasuk keluarganya dan bagaimana cara menghubunginya. Makanya saya minta hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Ia mengingatkan bahwa manifest penumpang sangat penting untuk pendataan penumpang. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk kelalaian dari PT ALS.

“Hal seperti itulah yang harus menjadi pembelajaran. Ke depan harus dikoreksi bagi kita semua,” ucapnya.

Bobby meminta agar pengawasan terhadap perusahaan bus diperketat. Ia juga menegaskan perlunya pemeriksaan menyeluruh dalam operasional perjalanan bus.

“Ke depan akan kami kaji. Semuanya harus dites, bukan hanya kelayakan kendaraan, tetapi juga sopir dan kru busnya. Kalau perlu, kita buat tes alkohol dan semacamnya. Jangan sampai yang tidak mampu secara fisik dan mental dipaksakan bekerja,” tuturnya.

Bobby mengatakan saat ini pihaknya masih fokus pada proses identifikasi korban.

“Sekarang yang paling utama adalah proses identifikasi dulu, karena masih ada korban yang belum bisa diidentifikasi akibat kecelakaan dengan kendaraan yang mudah terbakar,” katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN