Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Antisipasi Asmara Subuh saat Ramadan, Patroli Polisi di Binjai-Langkat Perlu Ditingkatkan

Mistar.idSabtu, 14 Februari 2026 12.23
AN
MA
antisipasi_asmara_subuh_saat_ramadan_patroli_polisi_di_binjailangkat_perlu_ditingkatkan

Anggota DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Mengantisipasi maraknya aktivitas remaja yang dikenal dengan istilah asmara subuh selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026. Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Rudi Alfahri Rangkuti, meminta aparat kepolisian meningkatkan patroli selama Ramadan terutama di wilayah Binjai-Langkat.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai Binjai dan Langkat hampir setiap tahun menghadapi pola gangguan ketertiban umum yang serupa selama Ramadan. Untuk itu, ia mendorong langkah konsisten melalui patroli terpadu, pemetaan kawasan rawan, serta penguatan edukasi kepada generasi muda.

"Fenomena remaja berkumpul usai sahur di sejumlah titik rawan berpotensi berkembang menjadi balap liar, konvoi kendaraan, hingga penggunaan knalpot non-standar yang mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah. Untuk itu, perlu pendekatan harus bersifat preventif dan manusiawi," ujarnya melalui keterangannya yang diterima Mistar, Sabtu (14/2/2027).

Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Binjai-Langkat tersebut menambahkan tujuan dari pendekatan preventif bukan hanya penegakan hukum, tetapi memastikan suasana Ramadan tetap kondusif dan masyarakat merasa aman selama beribadah.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam mengawasi aktivitas anak-anak setelah sahur. Ia mengajak agar remaja diarahkan pada kegiatan positif seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta aktivitas sosial keagamaan di lingkungan masing-masing.

“Ramadan seharusnya menjadi momentum pembinaan karakter generasi muda, bukan justru diwarnai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong koordinasi berkelanjutan antara aparat kepolisian, tokoh masyarakat, hingga kepala lingkungan guna memastikan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Dengan komunikasi yang baik, langkah pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah kejadian,” katanya.

Ia berharap sinergi seluruh elemen, baik aparat penegak hukum, orang tua, tokoh agama, maupun masyarakat, dapat memastikan Ramadan di Binjai dan Langkat berlangsung tertib, aman, dan tetap mencerminkan nilai-nilai luhur bulan suci. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN