25.8 C
New York
Sunday, July 14, 2024

Ajarkan Anak Daur Ulang, Menjaga Lingkungan Dimulai dari Sekarang

Medan, MISTAR.ID

Kepedulian pada lingkungan bukanlah hal yang bisa diabaikan, terutama dalam era modern ini di mana dampak lingkungan semakin terasa. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah mengajarkan anak-anak tentang pentingnya daur ulang sampah.

Daur ulang adalah proses penting dalam mengolah kembali sampah menjadi bahan baku baru yang dapat digunakan kembali. Selain membantu mengurangi jumlah sampah yang mencemari lingkungan, daur ulang juga memenuhi kebutuhan akan bahan baku suatu produk dan menghemat energi.

Praktisi ekopedagogi dan pendiri Bank Sampah Mengajar, Berto Sitompul mengatakan tingkat daur ulang sampah di Indonesia masih rendah. Hanya sekitar 11 persen dari total sampah yang didaur ulang.

Baca juga: Wagubsu: Recycling Village Hasil Daur Ulang Sampah Jadi Magnet Wisatawan

“Angka yang jauh dari ideal untuk mengurangi sampah yang akhirnya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir,” ujarnya, Senin (18/3/24).

Menurut Berto, salah satu alasan utama rendahnya tingkat daur ulang adalah kurangnya pemilahan sampah. Proses daur ulang membutuhkan pemilahan jenis sampah agar sampah yang bisa didaur ulang dapat diidentifikasi dan diproses kembali.

Untuk mengajarkan anak-anak tentang daur ulang, ada tiga langkah yang bisa diikuti:

Pertama, Pemilahan Sampah
Anak-anak diajarkan untuk memisahkan sampah anorganik dan organik. Sampah yang dapat didaur ulang seperti kertas bekas, botol plastik, dan logam dipilah dari sampah residu yang tidak dapat didaur ulang.

Baca juga: Simalungun akan Miliki Pusat Daur Ulang Sampah

Kedua, Penyimpanan
Sampah yang telah dipilah disimpan dalam boks atau kotak tertutup sesuai dengan jenisnya. Misalnya, kertas bekas disimpan dalam boks khusus untuk kertas bekas.

Terakhir, Pengiriman/Penjualan
Sampah yang dapat didaur ulang hasil pemilahan dapat dibawa ke bank sampah atau dijual ke pengepul.

Berto Sitompul menekankan pentingnya peran orangtua dan guru dalam mengajarkan anak-anak tentang daur ulang. Semakin dini anak diajarkan untuk memilah dan mendaur ulang sampah, semakin terbiasa mereka akan mengadopsi kebiasaan tersebut saat dewasa nanti.

“Dengan mengajarkan anak-anak tentang daur ulang, kita tidak hanya menjaga lingkungan saat ini, tetapi juga memberikan bekal bagi generasi masa depan untuk menjadi lebih peduli pada lingkungan,” pungkasnya. (hutajulu/hm17)

Related Articles

Latest Articles