Trauma Healing ke Korban Bencana, Himpsi Sumut: Kehilangan Anggota Keluarga Jadi Luka Psikologis Terberat

Himpsi Sumut yang turun untuk melakukan pendampingan bagi warga terdampak bencana. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan kehilangan anggota keluarga di depan mata merupakan kondisi psikologis paling berat yang dialami para korban bencana di Sumatera. Hal itu disampaikan salah satu anggota tim Himpsi, Jeffry, usai melakukan pendampingan psikologis di wilayah terdampak.
“Kondisi terberat adalah ketika kehilangan anggota keluarga di hadapannya langsung,” ujar Jeffry kepada Mistar, Jumat (12/12/2025).
Sebagai bentuk tanggung jawab wilayah dan aksi kemanusiaan, Himpsi Sumut menurunkan 10 anggota tim untuk memberikan trauma healing di Batang Toru dan sejumlah posko bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Jeffry menjelaskan bpara penyintas membutuhkan pendampingan psikologis yang berkelanjutan. Trauma healing, katanya, tidak bisa dilakukan sekali dan dianggap selesai. “Untuk penanganan pertama tidak masalah, namun agar trauma dapat diatasi, perlu beberapa kali pendampingan dan sangat tergantung pada kasusnya,” katanya.
Tim Himpsi melakukan berbagai pendekatan, mulai dari memberikan dukungan emosional dan sosial secara intensif hingga menerapkan terapi berbasis kebutuhan masing-masing korban. Metode yang digunakan antara lain Trauma Focused–Cognitive Behavioral Therapy (TF-CBT), Cognitive Processing Therapy, serta play therapy untuk anak-anak.
Jeffry menegaskan, proses pemulihan psikologis tidak bisa disamaratakan, sebab setiap individu memiliki daya lenting (resiliensi) yang berbeda.
“Durasi dampak psikologis tidak dapat dipastikan karena sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu dan bagaimana mereka merespons trauma. Ada yang cepat, ada yang lama,” ucapnya.
Ia berharap para korban dapat segera pulih dan tidak lagi mengalami bencana susulan. “Harapan kami agar tidak ada lagi bencana yang menghampiri para korban, dan agar korban serta keluarga dapat segera melewati masa sulit ini,” tutur Jeffry. (hm24)













