Penderita Hipertensi Tetap Bisa Ngopi, Ini Aturannya

Ilustrasi minum kopi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kris_sirk)
Medan, MISTAR.ID
Kopi menjadi minuman favorit banyak orang dan kini hadir dalam berbagai kreasi, mulai dari kopi susu hingga racikan modern dengan campuran rasa buah. Namun, sebagian orang memilih menghindarinya karena memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Padahal, penderita hipertensi masih bisa menikmati kopi dengan memperhatikan batasan konsumsi serta kondisi tubuh masing-masing. Kunci utama dalam mengonsumsi kopi adalah moderasi dan memahami respons tubuh terhadap kafein.
Secara umum, tekanan darah normal berada di kisaran 120/80 mmHg, sementara hipertensi biasanya ditandai dengan tekanan darah konsisten pada angka 140/90 mmHg atau lebih. Kopi mengandung kafein yang bersifat stimulan, yang pada sebagian orang dapat meningkatkan detak jantung hingga berisiko menyebabkan aritmia atau detak jantung tidak teratur.
Kafein juga dapat merangsang produksi hormon adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat, pembuluh darah menyempit, dan tekanan darah meningkat. Meski demikian, kopi tidak hanya mengandung kafein, tetapi juga ratusan senyawa fitokimia yang memengaruhi tubuh.
Beberapa senyawa tersebut, seperti melanoidin, diketahui berperan dalam mengatur aktivitas enzim pengontrol tekanan darah. Selain itu, asam kuinik disebut memiliki potensi membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Melansir detikHealth, penderita hipertensi yang ingin tetap minum kopi disarankan untuk mengetahui kondisi tekanan darah dan riwayat kesehatan, memperhatikan sumber kafein dari makanan atau minuman lain, serta mempertimbangkan faktor gaya hidup seperti pola makan, asupan garam, dan aktivitas fisik.
Selain itu, penting untuk memantau respons tubuh terhadap kafein dan menghindari konsumsi kopi pada sore atau malam hari agar tidak mengganggu kualitas tidur. Batas konsumsi yang dianjurkan maksimal empat cangkir per hari atau memilih kopi tanpa kafein.
Jika selama konsumsi kopi tekanan darah meningkat hingga mencapai 160 mmHg untuk sistolik atau 100 mmHg untuk diastolik, sebaiknya konsumsi kopi dikurangi atau dihentikan sementara. (hm25)



















