Mitos vs Fakta: Rumput Fatimah untuk Mempercepat Persalinan

Rumput Fatimah. (Foto: Unja)
Jakarta, MISTAR.ID
Salah satu cara tradisional yang cukup sering dianjurkan bagi ibu hamil adalah mengonsumsi air rebusan rumput Fatimah agar proses melahirkan berlangsung lebih cepat dan lancar.
Namun di sisi lain, tenaga medis justru kerap membagikan pengalaman di media sosial mengenai pasien yang mengalami kondisi memburuk setelah mengonsumsi ramuan tersebut.
Bagi sebagian masyarakat, Labisia pumila dianggap sebagai bahan alami yang aman, terlebih karena sudah lama digunakan secara turun-temurun. Meski begitu, sejumlah penelitian ilmiah dan laporan medis justru menunjukkan adanya potensi risiko dari penggunaan tanaman ini.
Rumput Fatimah sendiri bukan hal asing di Indonesia. Studi yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Medical Anthropology dari Universitas Sumatera Utara mengungkap tanaman ini masih banyak dimanfaatkan oleh ibu muda, terutama untuk menjaga kesehatan reproduksi, membantu pemulihan pascamelahirkan, hingga meningkatkan produksi ASI.
Namun, praktik penggunaan tersebut lebih banyak didorong oleh kepercayaan keluarga dan lingkungan, bukan berdasarkan bukti klinis yang kuat terkait keamanannya. Dengan kata lain, penggunaannya masih sangat bergantung pada tradisi, bukan standar medis.
Di Eropa, peringatan mengenai penggunaan tanaman ini sudah cukup jelas. European Food Safety Authority dalam penilaiannya pada 2022 menyatakan bahwa ekstrak Labisia pumila hanya dinilai aman untuk orang dewasa, dan tidak direkomendasikan bagi ibu hamil maupun menyusui.
Regulasi Uni Eropa bahkan mewajibkan pencantuman label bahwa suplemen ini hanya untuk usia di atas 18 tahun, tidak boleh dikonsumsi saat hamil atau menyusui, serta memiliki batas konsumsi maksimal sekitar 350 mg per hari untuk ekstrak yang telah terstandar.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan rumput Fatimah pada ibu hamil justru masuk dalam kategori berisiko.
Dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (12/4/2026), salah satu kekhawatiran utama berkaitan dengan efeknya terhadap rahim. Laporan dalam International Medical Case Reports Journal mencatat adanya kasus komplikasi serius pada pasien yang rutin mengonsumsi rebusan rumput Fatimah selama kehamilan.
Dalam laporan tersebut, diduga terjadi kontraksi rahim yang tidak normal dan berlebihan hingga memicu kondisi berbahaya seperti ruptur uteri atau robekan rahim.
Peneliti menduga hal ini berkaitan dengan kandungan fitoestrogen dalam tanaman tersebut yang dapat meningkatkan aktivitas otot rahim.
Meski laporan kasus belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara pasti, temuan ini menjadi sinyal peringatan penting, terlebih sejalan dengan larangan penggunaannya pada ibu hamil.
Risiko lebih besar pada racikan tradisional
Hal lain yang sering terlewat adalah bentuk konsumsi dan dosis. Penilaian keamanan dari EFSA hanya berlaku untuk ekstrak yang telah melalui proses standarisasi dengan komposisi yang jelas.
Sementara itu, di masyarakat, rumput Fatimah umumnya dikonsumsi dalam bentuk:
• Rebusan daun atau akar
• Ramuan tradisional
• Produk tanpa standar yang jelas
Kondisi ini membuat kadar zat aktif dalam ramuan menjadi tidak konsisten dan sulit dikontrol.
Memang, Labisia pumila memiliki potensi manfaat, terutama dalam aspek kesehatan reproduksi. Namun dari sisi keamanan, khususnya bagi ibu hamil, bukti ilmiahnya masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
Di lapangan, penggunaan rumput Fatimah masih sering dijumpai. Ada yang merasa mendapatkan manfaat, tetapi tidak sedikit pula yang mengalami efek samping hingga komplikasi.
Hal yang perlu dipahami, bahan alami tidak selalu berarti aman, apalagi dalam kondisi sensitif seperti kehamilan. Tanpa pengawasan tenaga medis, penggunaan herbal tertentu justru dapat menimbulkan risiko yang tidak diharapkan.
Karena itu, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah paling aman sebelum mencoba metode apa pun. Pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya mempercepat proses persalinan, tetapi memastikan keselamatan ibu dan bayi tetap terjaga. (hm20)


















