Ketua IDAI Sumut Sebut Difteri Menular dan Berbahaya, Berikut Ciri-cirinya


dr Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A (K) menyebutkan bahwa difteri sangat berbahaya (f:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara (Sumut) dr Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A (K) menyampaikan bahwa, difteri sebagai salah satu penyakit menular.
"Penyakit difteri sangat menular dan disebabkan bakteri gram positif corynebacterium diphtheriae strain toksin," ujarnya kepada Mistar, Jumat (4/4/2025).
Lebih lanjut, difteri dapat menyebabkan kematian kepada anak atau orang dewasa, yang disebabkan sumbatan jalan nafas, kerusakan otot jantung, serta kelainan susunan saraf pusat dan ginjal.
"Jika tidak diobati dan penderita tidak memiliki kekebalan tubuh, angka kematian diakibatkan penyakit Difteri sekitar 50 persen, sedangkan dengan terapi angka kematian sekitar 10 persen," ucapnya.
Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik itu mengatakan, jika kematian diakibatkan difteri pada anak, dan orang dewasa berbeda.
"Pada anak usia kurang dari 5 tahun, angka kematiannya rata-rata 5 sampai 10 persen. Sedangkan orang dewasa dengan usia 40 tahun keatas berkisar 20 persen," tuturnya.
Ditanyakan terkait bagaimana cara penularan penyakit difteri, dikatakan Rizky, bahwa penularan dapat terjadi secara droplet atau percikan ludah.
"Bisa secara percikan ludah dari batuk, bersin, muntah, melalui alat makan, atau kontak langsung dari lesi di kulit," katanya.
Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Gejala difteri biasanya muncul 2–5 hari setelah terinfeksi. Berikut ciri-ciri orang terkena difteri:
>Terbentuknya lapisan putih atau abu-abu tebal di tenggorokan dan amandel
>Demam dan menggigil
>Nyeri tenggorokan
>Suara serak
>Sulit bernapas atau napas yang cepat
>Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher
>Batuk
>Gangguan penglihatan
>Kulit pucat, berkeringat dingin, dan jantung berdebar cepat
>Mudah merasa lemas dan lelah
(berry/hm17)