Kenali Tanda, Gejala, dan Cara Mencegah Penyakit Difteri


Gejala penyakit difteri dengan munculnya lapisan putih di sekitar rongga mulut (f:ist/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara, dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A (K), mengingatkan pentingnya mengenali tanda dan gejala penyakit difteri agar orang tua dapat melindungi anak mereka dari infeksi ini.
“Gejala difteri meliputi infeksi saluran pernapasan akut pada bagian atas, nyeri tenggorokan, nyeri saat menelan, serta demam yang tidak terlalu tinggi, biasanya di bawah 38,5 derajat Celsius. Sebanyak 94 persen kasus difteri menyerang amandel dan tenggorokan,” ujarnya kepada Mistar, Jumat (4/4/2025).
Selain itu, lanjut Rizky, gejala lain yang dapat muncul adalah adanya lapisan tipis berwarna putih keabu-abuan atau kehitaman pada amandel, tenggorokan, sistem pernapasan, atau kotak suara. Lapisan ini sulit lepas dan dapat menyebabkan perdarahan jika diangkat.
“Difteri ditandai dengan peradangan di area infeksi, terutama pada selaput mukosa yang melapisi amandel, tenggorokan, kotak suara, hidung, dan kulit,” tambahnya.
Dalam kondisi yang lebih parah, penyakit ini dapat menyebabkan kesulitan menelan, sesak napas, serta pembengkakan leher yang menyerupai ‘leher sapi’ (bullneck).
Sebagai langkah pencegahan, dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik itu menekankan pentingnya imunisasi difteri yang sesuai dengan program imunisasi nasional.
"Penemuan dan penatalaksanaan dini kasus Difteri, dilakukan penyelidikan epidemiologi, dirujuk ke rumah sakit dan dirawat di ruang isolasi, menghentikan transmisi Difteri dengan pemberian prophilaksis terhadap kontak dan lainnya," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa imunisasi lengkap merupakan langkah paling efektif dalam mencegah difteri.
“Vaksin kombinasi yang dapat mencegah difteri antara lain DPT-HB-Hib, yang juga melindungi dari pertusis, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan pneumonia akibat Haemophilus influenzae tipe B. Selain itu, ada juga vaksin DT (Difteri-Tetanus) dan Td (Tetanus-Difteri) yang diberikan sesuai jadwal imunisasi,” tutupnya. (berry/hm17)