Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dua Menu MBG ini Diduga Penyebab Siswa di Dairi Alami Keracunan

Mistar.idJumat, 13 Februari 2026 pukul 20.33 WIB
dua_menu_mbg_ini_diduga_penyebab_siswa_di_dairi_alami_keracunan

Ilustrasi dua menu MBG diduga penyebab ratusan siswa di Sidikalang keracunan. (foto: GeminiAI/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) mengungkap kronologi dugaan ratusan siswa-siswi di dua tempat yang berbeda keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dairi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy diwakilkan Sekretaris Dinas Kesehatan, Hamid Rijal memberitahu menu MBG yang dikonsumsi siswa-siswi SMK Swasta HKBP Sidikalang pada Senin (9/2/2026) lalu.

"Menunya nasi, ayam gulai, tahu goreng, pisang, timun dan selada dari laporan yang kami terima sebagai penyebab gejala keracunan tersebut mulai sejak pukul 17.00 WIB Senin (9/2/2026)," ujarnya kepada mistar, Jumat (13/2/2026).

Data yang diperoleh Dinas Kesehatan, dikatakan Hamid, dugaan keracunan terjadi pada 170 peserta didik gabungan yaitu siswa-siswi yang diduga mengalami dugaan keracunan makanan.

Selanjutnya, Hamid juga mengatakan pada Selasa (10/2/2026) Dinas Kesehatan Sumut kembali mendapati lagi, dugaan keracunan MBG yang terjadi di SMK Arina Sidikalang dari menu yang telah disajikan.

"Laporan yang diperoleh bahwa menu yang diberikan pada (10/2/2026) ialah nasi, ikan goreng, sayur toge, tempe goreng dan buah salak dan ditemukan keluhan pertama di hari yang sama pukul 20.00 WIB berjumlah satu siswa," tuturnya.

Keesokan harinya di Rabu (11/2/2026), ada 14 siswa SMK Arina Sidikalang yang mengalami keluhan yaitu mencret mual dan muntah. Total 110 siswa SMK Arina Sidikalang yang bergejala sama dan telah diberikan layanan kesehatan.

Dia pun mengatakan jika per hari Jumat (13/2/2026) terdapat 39 siswa SMK Arina Sidikalang yang dirawat dengan rincian, 32 siswa di Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Sidikalang dan tujuh siswa di Rumah Sakit Umum Serenapita.

Hamid pun menegaskan kedua sampel menu makanan telah sampai di laboratorium kesehatan daerah pada, Rabu (11/2/2026) pukul 10.00 WIB dan Kamis (12/2/2026) pukul 11.00 WIB.

Kemudian akan dilakukan pemeriksaan sampel makanan oleh laboratorium kesehatan daerah, dengan hasil diperoleh paling lama lima hari di luar hari kerja setelah sampel diterima.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN