Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Shutdown Berakhir! Trump Teken Anggaran Jumbo, Pemerintah AS Kembali Normal

Mistar.idRabu, 4 Februari 2026 pukul 14.43 WIB
shutdown_berakhir_trump_teken_anggaran_jumbo_pemerintah_as_kembali_normal

Ilustrasi, Shutdown Berakhir! Trump Teken Anggaran Jumbo, Pemerintah AS Kembali Normal. (foto:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya keluar dari krisis shutdown parsial setelah Presiden Donald Trump menandatangani paket anggaran besar yang membuka kembali operasional sejumlah lembaga federal. Penandatanganan ini sekaligus mengakhiri kebuntuan politik di Kongres yang sempat melumpuhkan layanan publik dan memicu kekhawatiran ekonomi.

Paket anggaran bernilai 1,2 triliun dolar AS itu disahkan setelah melalui voting ketat di Dewan Perwakilan Rakyat. Kesepakatan tersebut membuka kembali pendanaan bagi sebagian besar kementerian dan lembaga federal, sekaligus menghentikan dampak langsung shutdown terhadap ratusan ribu pegawai pemerintah.

Shutdown terjadi setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran sebelum batas waktu pendanaan berakhir. Akibatnya, sejumlah instansi harus menghentikan operasional non-esensial, sementara banyak pegawai federal terpaksa dirumahkan atau bekerja tanpa kepastian gaji.

Meski bersifat parsial, shutdown ini tetap berdampak signifikan. Layanan administrasi publik tersendat, proses perizinan tertunda, hingga gangguan pada sektor transportasi dan keamanan domestik. Kekhawatiran juga muncul dari kalangan pelaku pasar yang menilai ketidakpastian politik berpotensi menekan stabilitas ekonomi Amerika Serikat.

Penandatanganan anggaran oleh Trump menjadi sinyal penting bagi pemulihan aktivitas pemerintahan. Sejumlah lembaga vital—mulai dari sektor pertahanan, kesehatan, pendidikan, hingga tenaga kerja—kini kembali beroperasi penuh. Namun, untuk beberapa lembaga strategis seperti Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), pendanaan yang disetujui masih bersifat sementara dan akan kembali dibahas dalam waktu dekat.

Shutdown terbaru ini kembali menegaskan rapuhnya mekanisme pengesahan anggaran di Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, perselisihan politik antara Partai Republik dan Demokrat kerap berujung pada ancaman penutupan pemerintah. Isu imigrasi, keamanan perbatasan, serta alokasi belanja publik masih menjadi sumber konflik utama dalam negosiasi anggaran.

Meski krisis kali ini berhasil diatasi, analis menilai potensi ketegangan serupa masih terbuka. Tanpa kesepakatan jangka panjang yang lebih stabil, shutdown berisiko kembali terulang dan mengganggu layanan publik serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah federal.

Bagi Presiden Trump, penandatanganan anggaran ini menjadi langkah strategis untuk meredam tekanan politik sekaligus memastikan roda pemerintahan kembali berjalan. Namun, tantangan besar masih menanti di Washington, terutama dalam membangun kompromi lintas partai demi mencegah krisis serupa di masa depan.

(beagaimber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN