Pesawat Resmi Israel Diparkir di Jerman, Pemerintah Bantah Netanyahu Tinggalkan Negara

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu(Foto: AFP/Alex Kolomoisky)
Berlin, MISTAR.ID
Pesawat resmi pemerintah Israel yang biasa digunakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dipindahkan ke Jerman pada Sabtu (28/2/2026) di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Iran.
Pemindahan tersebut dikonfirmasi juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merz, Stefan Kornelius, dalam konferensi pers di Berlin, Senin (2/3/2026). Ia menyatakan pesawat diparkir di Berlin atas permintaan pemerintah Israel dan tidak membawa pejabat negara saat mendarat.
“Pemerintah Israel bertanya apakah mereka bisa memarkir pesawat ini di sini. Kami dengan senang hati memenuhi permintaan tersebut,” ujar Kornelius. Ia menambahkan, saat tiba di Berlin hanya kru penerbangan yang berada di dalam pesawat.
Pesawat yang dikenal dengan nama “Wing of Zion” itu merupakan Boeing 767 yang dilengkapi sistem komunikasi aman berteknologi canggih. Armada tersebut digunakan untuk perjalanan luar negeri Presiden dan Perdana Menteri Israel.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat lepas landas dari Israel pada Sabtu siang, sempat berputar selama beberapa jam di atas Laut Mediterania, sebelum terbang menuju Jerman dan mendarat di Berlin pada malam hari. Pergerakan itu sempat memicu spekulasi di media sosial bahwa Netanyahu berada di dalam pesawat menuju Jerman, namun hal tersebut tidak terbukti.
Netanyahu Masih di Israel
Akun media sosial resmi Netanyahu pada Minggu (1/3/2026) menyatakan bahwa ia berada di Israel. Disebutkan, Netanyahu menggelar pertemuan keamanan tingkat tinggi di Tel Aviv bersama Menteri Pertahanan, Kepala Staf, dan Direktur Mossad sehari setelah meluncurkan serangan ke Iran.
Foto-foto resmi pertemuan turut dirilis untuk membantah rumor bahwa ia meninggalkan negara tersebut. “Kemarin di Tel Aviv, dan hari ini di Beit Shemesh, kita kehilangan orang-orang terkasih,” kata Netanyahu dalam pernyataan terpisah, seraya menyampaikan belasungkawa.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang kantor Perdana Menteri Israel dalam gelombang serangan ke-10 menggunakan rudal balistik Kheybar Shekan. IRGC menyebut kantor Netanyahu dan lokasi komandan Angkatan Udara Israel menjadi sasaran serangan.
“Kantor perdana menteri kriminal Israel, Netanyahu, dan lokasi komandan Angkatan Udara rezim tersebut diserang dalam serangan yang ditargetkan dan mengejutkan oleh rudal balistik Kheybar Shekan selama gelombang ke-10,” demikian pernyataan IRGC.
IRGC juga menyebut nasib Netanyahu “tidak jelas” setelah serangan tersebut.
Menanggapi klaim itu, kantor Netanyahu membantah tegas dan menyebutnya sebagai berita bohong. Tidak ada laporan dampak rudal yang terkonfirmasi di Yerusalem meski sirene serangan udara sempat berbunyi. Kantor Netanyahu dilaporkan tetap utuh. (hm25)
NEXT ARTICLE
Qatar Tembak Jatuh Dua Jet Tempur IranBERITA TERPOPULER





















