Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Mantan Pangeran Andrew Dibebaskan Polisi

Mistar.idJumat, 20 Februari 2026 10.50
EH
mantan_pangeran_andrew_dibebaskan_polisi

Mantan Pangeran Andrew. (Foto: AFP/John Thys)

news_banner

Norfolk, MISTAR.ID

Adik Raja Charles III, Andrew, telah dibebaskan kepolisian setelah sebelumnya ditahan terkait dugaan pelanggaran hukum saat menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris, Kamis (19/2/2026).

Sekitar pukul 19.00 GMT (02.00 WIB), Andrew terlihat meninggalkan kantor polisi di Aylsham, kurang lebih 60 kilometer dari kediamannya di kawasan Sandringham, Norfolk, Inggris timur.

“Pria yang sebelumnya ditahan kini telah dibebaskan, namun masih dalam proses penyelidikan,” kata Thames Valley Police dalam pernyataan resminya.

Sebelum penahanan, aparat juga menggeledah properti Andrew di wilayah Sandringham. Langkah tersebut dilakukan setelah polisi meninjau laporan dugaan pertukaran dokumen rahasia antara Andrew dan mendiang pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein.

Dugaan itu disebut terjadi saat Andrew menjabat sebagai utusan perdagangan Kerajaan Bersatu.

Asisten Kepala Kepolisian Thames Valley, Oliver Wright, menyatakan bahwa setelah penelaahan mendalam, pihaknya resmi membuka penyelidikan atas tuduhan pelanggaran jabatan publik.

“Penting bagi kami menjaga integritas dan objektivitas dalam penyelidikan ini, sembari bekerja sama dengan para mitra untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian memahami besarnya perhatian publik terhadap kasus ini dan akan menyampaikan perkembangan terbaru pada waktu yang dianggap tepat.

Andrew, yang kehilangan gelar kehormatannya tahun lalu, membantah melakukan tindakan melawan hukum. Ia juga menepis keterlibatan dalam pelanggaran apa pun yang berkaitan dengan Epstein.

Hingga kini, ia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari BBC terkait tuduhan spesifik yang mencuat setelah jutaan dokumen mengenai Epstein dirilis pada Januari lalu.

Koresponden kerajaan BBC, Sean Coughlan, menekankan bahwa penangkapan tersebut tidak serta-merta menunjukkan Andrew bersalah, dan belum ada dakwaan resmi yang dijatuhkan.

Meski demikian, menurut Coughlan, situasi ini menjadi titik terendah yang kontras dengan citra megah institusi seperti Buckingham Palace maupun Windsor Castle.

BBC News juga melaporkan bahwa Raja Charles maupun Istana Buckingham tidak diberi pemberitahuan sebelumnya terkait penangkapan Andrew.

“Saya menerima kabar dengan keprihatinan mendalam mengenai Andrew Mountbatten-Windsor serta dugaan pelanggaran saat menjabat dalam posisi publik. Proses hukum yang utuh, adil, dan semestinya kini harus berjalan agar persoalan ini diselidiki secara tepat oleh otoritas berwenang,” kata Raja Charles.

Dilanjutkannya, “sebagaimana telah saya sampaikan sebelumnya, kami akan memberikan dukungan dan kerja sama penuh. Saya ingin menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan sebagaimana mestinya. Selama proses berlangsung, tidaklah tepat bagi saya untuk berkomentar lebih jauh. Keluarga saya dan saya akan tetap menjalankan tugas serta pelayanan kami kepada publik.”

Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, turut menanggapi perkembangan tersebut.

“Sebagai menteri kehakiman dan sebagaimana telah ditegaskan perdana menteri tidak ada seorang pun di negara ini yang kebal hukum. Perkara ini kini berada dalam ranah penyelidikan kepolisian dan harus berjalan sesuai prosedur,” kata Lammy. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN