Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kasus Flu di Amerika Serikat Naik, Hampir 5 Juta Terinfeksi Musim Ini

Mistar.idRabu, 24 Desember 2025 14.13
JS
kasus_flu_di_amerika_serikat_naik_hampir_5_juta_terinfeksi_musim_ini

Ilustrasi menderita flu. (foto:prodiaohi/mistar)

news_banner

New York, MISTAR.ID

Kasus influenza di Amerika Serikat terus menunjukkan peningkatan. Data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat hampir 5 juta kasus flu telah dilaporkan secara nasional sejak awal musim flu tahun ini.

Kota New York menjadi salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas penyakit mirip flu tertinggi di negara tersebut. Sejumlah negara bagian seperti Alabama, Colorado, Connecticut, Hawaii, Louisiana, Maryland, Minnesota, New Hampshire, New Jersey, Ohio, Rhode Island, dan Texas tercatat mengalami aktivitas penyakit pernapasan pada level sedang. Sementara itu, negara bagian lainnya masih berada pada tingkat rendah hingga sangat rendah.

CDC memperkirakan hingga saat ini telah terjadi sedikitnya 4,6 juta kasus flu, dengan sekitar 49 ribu pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, serta 1.900 kematian akibat flu musim ini.

Sebagian besar kasus flu yang beredar saat ini dikaitkan dengan varian baru yang dikenal sebagai subclade K. Dari lebih dari 900 sampel flu yang dianalisis CDC, sekitar 90 persen merupakan virus influenza tipe A (H3N2). Dari sampel yang menjalani pemeriksaan genetik lanjutan, hampir 90 persen di antaranya termasuk dalam subclade K.

CDC mencatat bahwa mutasi pada varian baru tersebut menyebabkan ketidaksesuaian dengan komposisi vaksin flu musim ini. Meski demikian, para ahli menegaskan vaksin flu tetap bermanfaat, terutama dalam menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Epidemiolog sekaligus kontributor medis ABC News, John Brownstein, menegaskan vaksinasi tetap penting meskipun terdapat perbedaan antara vaksin dan varian yang beredar.

“Bahkan dengan munculnya varian baru dan adanya ketidaksesuaian dengan vaksin, suntikan flu tetap sangat layak dilakukan,” ujarnya, dikutip dari ABC News.

Menurut Brownstein, vaksin flu masih memberikan perlindungan yang kuat terhadap dampak serius seperti rawat inap dan kematian, terutama ketika aktivitas flu terus meningkat.

Pada pekan ini, dua kematian anak akibat flu kembali dilaporkan, sehingga total kematian anak akibat influenza musim ini menjadi tiga kasus. Sebagai perbandingan, musim flu sebelumnya mencatat 288 kematian anak, jumlah yang sama dengan pandemi flu H1N1 pada 2009.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2004, ketika pelaporan kematian anak akibat flu diwajibkan kepada CDC. Studi CDC juga menemukan sekitar 90 persen anak yang meninggal akibat flu pada musim lalu tidak menerima vaksin.

Tingkat vaksinasi flu pada anak saat ini juga menurun sekitar 10 persen dibandingkan sebelum pandemi, dengan hanya sekitar 40 persen anak yang telah menerima vaksin flu musim ini.

Secara nasional, sekitar 140 juta dosis vaksin flu telah didistribusikan sepanjang musim ini, meningkat dibandingkan musim sebelumnya yang mencapai 128 juta dosis.

CDC merekomendasikan agar semua orang berusia di atas enam bulan mendapatkan vaksin flu tahunan. Para ahli juga menegaskan bahwa belum terlambat untuk melakukan vaksinasi.

“Ini adalah periode ketika flu biasanya mulai meningkat, dan kami memperkirakan aktivitasnya akan terus bertambah dalam beberapa minggu ke depan,” kata Brownstein.

Ia menambahkan, meningkatnya aktivitas berkumpul di dalam ruangan serta tingginya mobilitas masyarakat selama musim liburan dapat mempercepat penyebaran flu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, menjaga kebersihan, dan tidak memaksakan aktivitas saat sedang sakit guna menekan penyebaran influenza. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN