Jokowi Menggebrak BNEF 2025: Suara Negara Berkembang Kini Jadi Penentu Arah Ekonomi Dunia

Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi. (foto:liputan6/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Presiden ketujuh Indonesia, Joko Widodo, tiba di Singapura untuk menghadiri Bloomberg New Economy Forum (BNEF) 2025 yang berlangsung pada 19–21 November. Kehadirannya dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi negara berkembang dalam percaturan ekonomi global yang kian dinamis.
Di forum yang mempertemukan pemimpin negara, CEO global, dan pakar ekonomi internasional tersebut, Jokowi dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai arah ekonomi dunia, transisi energi, serta kebutuhan negara berkembang dalam membentuk arsitektur ekonomi global yang lebih adil.
Sorotan Utama: Suara Negara Berkembang Menguat
Kehadiran Jokowi menarik perhatian global bukan hanya karena statusnya sebagai mantan kepala negara, tetapi juga sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy. Peran ini membuka ruang baginya untuk mendorong isu yang selama ini kurang mendapat tempat, seperti pendanaan transisi energi, pemerataan ekonomi digital, serta akses teknologi yang lebih setara.
Isu-isu tersebut semakin relevan dalam konteks dunia yang dihadapkan pada ketegangan geopolitik, perubahan iklim, hingga fragmentasi rantai pasok internasional.
Agenda Kunci yang Dibawa Jokowi
Para analis menilai kehadiran Jokowi di BNEF dapat memperkuat narasi bahwa negara berkembang bukan lagi penonton, melainkan aktor penting dalam solusi global. Sejumlah agenda yang diprediksi akan menjadi sorotan antara lain:
- pendanaan berkelanjutan untuk proyek energi terbarukan,
- akses setara terhadap teknologi dan inovasi digital,
- pembangunan ekonomi yang lebih inklusif,
- serta gagasan “intelijen ekonomi” yang selama ini digaungkannya sebagai fondasi pengambilan keputusan modern.
Jokowi juga disebut akan terlibat dalam sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin bisnis dan lembaga internasional untuk membahas peluang kerja sama strategis.
Momentum Baru bagi Diplomasi Ekonomi Indonesia
Partisipasi Indonesia di forum ini menjadi peluang strategis untuk menegaskan peran negara dalam peta diplomasi ekonomi global. Dengan posisinya sebagai salah satu kekuatan baru Asia, kehadiran Jokowi membuka potensi kolaborasi investasi di sektor energi hijau, digitalisasi, dan industri masa depan.
BNEF 2025 mengusung tema “Thriving in an Age of Extremes”, mencerminkan dunia yang menghadapi tantangan kompleks. Dalam konteks ini, kontribusi negara berkembang—termasuk Indonesia—dinilai semakin krusial untuk mewujudkan ekonomi global yang lebih seimbang, berkelanjutan, dan tangguh.
(berbagaisumber/ai/hm27)
BERITA TERPOPULER























