Islamabad Dikunci Jelang Negosiasi Iran-AS, Keamanan Diperketat di Zona Merah

Warga berada di Islamabad, Pakistan. (Foto: Anadolu)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kota Islamabad berada dalam kondisi pengamanan ketat menjelang rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat. Sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan pusat komersial dan Area Biru, ditutup sebagai bagian dari langkah keamanan.
Penutupan juga diberlakukan di Zona Merah yang merupakan kawasan vital pemerintahan. Akses menuju wilayah tersebut dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan militer untuk memastikan kelancaran proses negosiasi.
Negosiasi Digelar di Hotel Serena
Perundingan dijadwalkan berlangsung di Hotel Serena Islamabad. Pihak hotel bahkan telah meminta tamu lain untuk mengosongkan area demi mendukung keamanan dan privasi pertemuan tingkat tinggi ini.
Baca Juga: Israel Tetap Serang Lebanon Meski Ada Gencatan Senjata AS–Iran, Ketegangan Regional Berlanjut
Duta Besar Iran untuk Pakistan menyatakan bahwa delegasi Iran dijadwalkan tiba di Islamabad pada malam hari. Ini menjadi momen penting karena merupakan kunjungan pertama tim Iran untuk negosiasi sejak konflik regional memanas.
Ketidakpastian Kehadiran Pejabat AS
Hingga kini, belum ada konfirmasi apakah Wakil Presiden AS, JD Vance, akan hadir langsung dalam perundingan tersebut. Presiden AS disebut masih mempertimbangkan faktor keamanan.
Kehadiran JD Vance dinilai menjadi sinyal penting terkait keseriusan Amerika Serikat dalam mencapai kesepakatan damai.
Baca Juga: 10 Poin Kesepakatan Gencatan Senjata Iran-AS
Skeptisisme di Kedua Pihak
Meski perundingan direncanakan berlangsung, skeptisisme masih tinggi di kedua belah pihak. Iran dikabarkan membawa proposal 10 poin sebagai dasar negosiasi, namun belum tentu dapat diterima oleh Amerika Serikat.
Sebaliknya, tuntutan dari pihak AS juga dinilai berpotensi sulit diterima oleh Iran, sehingga peluang tercapainya kesepakatan masih belum pasti.
Gencatan Senjata Masih Rapuh
Situasi di kawasan tetap tegang meski ada upaya diplomasi. Gencatan senjata yang berlaku saat ini disebut masih sangat rapuh dan bisa runtuh sewaktu-waktu jika terjadi insiden baru.
Sementara itu, informasi terkait detail delegasi Iran, termasuk siapa yang akan memimpin dan format pembahasan, masih belum dikonfirmasi secara resmi oleh kementerian terkait.
Negosiasi ini menjadi sorotan dunia karena berpotensi menentukan arah konflik di Timur Tengah, sekaligus membuka peluang terciptanya stabilitas baru di kawasan.
BERITA TERPOPULER






















