Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Serang Israel dan Negara Teluk: Kilang Minyak Saudi & Pelabuhan Bahrain Jadi Target

Mistar.idSenin, 2 Maret 2026 pukul 16.11 WIB
iran_serang_israel_dan_negara_teluk_kilang_minyak_saudi_pelabuhan_bahrain_jadi_target

Gambar arsip kilang minyak dan terminal minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco di Arab Saudi (Foto: Reuters)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah target strategis di Israel dan negara-negara Teluk. Langkah ini disebut sebagai bagian dari Operasi Janji Sejati, yang diklaim sebagai respons atas serangan sebelumnya terhadap infrastruktur militer Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menyasar fasilitas vital, termasuk kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi serta pelabuhan di Bahrain yang memiliki nilai strategis tinggi.

Sasaran Strategis: Ras Tanura dan Pelabuhan Bahrain

Salah satu target yang menjadi sorotan adalah fasilitas penyulingan Ras Tanura milik Saudi Aramco di Arab Saudi. Kilang ini merupakan salah satu pusat ekspor minyak terbesar di dunia dan memiliki peran penting dalam stabilitas pasokan energi global.

Menurut sejumlah laporan media internasional, terjadi kebakaran kecil di fasilitas tersebut, namun api berhasil dikendalikan dengan cepat. Otoritas setempat belum merilis laporan kerusakan detail secara resmi.

Di Bahrain, media pemerintah Iran mengklaim bahwa rudal mereka menghantam Pelabuhan Salman, lokasi yang disebut-sebut digunakan untuk aktivitas logistik militer Amerika Serikat.

IRGC Klaim Gunakan Rudal Khaibar

Melalui pernyataan resmi, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa operasi terbaru ini merupakan bagian lanjutan dari “Operasi Janji Sejati”. Mereka menyebut telah mengerahkan rudal Khaibar dan sejumlah drone tempur yang diarahkan ke apa yang mereka sebut sebagai “wilayah pendudukan”.

Visual yang beredar di media pemerintah Iran memperlihatkan peluncuran rudal dan drone sebagai simbol kekuatan militer serta pesan peringatan terhadap aliansi AS-Israel.

Latar Belakang Eskalasi

Peningkatan ketegangan ini terjadi setelah operasi militer terkoordinasi bertajuk “Epic Fury” atau “Roaring Lion” yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan target infrastruktur militer Iran.

Sejak saat itu, retorika dan aksi militer kedua pihak meningkat tajam. Para pemimpin dunia dan organisasi internasional menyerukan de-eskalasi guna mencegah konflik regional yang lebih luas, mengingat kawasan Teluk merupakan jalur vital perdagangan dan energi global.

Kekhawatiran Dampak Regional dan Global

Negara-negara Teluk dilaporkan meningkatkan kewaspadaan keamanan menyusul intensitas serangan dan potensi pembalasan lanjutan. Ketegangan ini juga memicu kekhawatiran di pasar energi global, terutama terkait stabilitas pasokan minyak mentah dari kawasan tersebut.

Jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan secara regional, tetapi juga berpotensi memengaruhi ekonomi global, harga energi, serta stabilitas politik internasional.

Seruan Internasional untuk De-eskalasi

Komunitas internasional mendesak semua pihak untuk menahan diri dan membuka jalur diplomasi. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda konkret bahwa kedua pihak akan meredakan ketegangan dalam waktu dekat.

Situasi ini terus berkembang dan menjadi perhatian utama dunia, mengingat potensi konflik berskala lebih luas di Timur Tengah. (Devdiscourse)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN