Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Sirene dan Ledakan Terdengar di Kuwait, Bahrain, UEA, Usai Serangan Iran

Mistar.idSenin, 2 Maret 2026 14.52
AN
sirene_dan_ledakan_terdengar_di_kuwait_bahrain_uea_usai_serangan_iran

Asap tebal mengepul dari salah satu fasilitas militer yang diserang rudal Iran di kawasan Teluk, Uni Emirat Arab, Minggu (1/2/2026). (Foto: Istimewa)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Beberapa negara Teluk Arab dilanda rentetan sirene serangan udara dan ledakan setelah Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan itu dalam beberapa waktu terakhir.

Di Kuwait, gelombang baru sirene serangan udara kembali berbunyi pada Senin (2/3/2026), ‎dilaporkan setidaknya kali ketiga dalam beberapa jam terakhir, demikian dikutip dari Al Jazeera. Otoritas Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat “sebagian besar” drone yang mendekati ibu kota.

Seorang saksi yang dikutip oleh Reuters melaporkan terlihat asap mengepul di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait. Sementara itu, kantor berita resmi Kuwait News Agency melaporkan sejumlah puing jatuh di kilang Mina Al Ahmadi dekat Kuwait City, yang menyebabkan “cedera ringan pada dua pekerja.”

Sirene serangan udara juga dilaporkan berbunyi di negara Teluk lain, yakni Bahrain. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan telah mengaktifkan peringatan serangan udara dan mengimbau warga untuk segera menuju lokasi teraman terdekat.

Otoritas Bahrain juga menutup Jembatan Shaikh Khalifa bin Salman yang menghubungkan Manama dengan daerah sekitarnya dan meminta warga “hanya menggunakan jalan utama jika benar-benar diperlukan.”

Di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, terdapat laporan sejumlah ledakan terdengar. Sebelumnya, di Doha, ibu kota Qatar, sekitar enam dentuman keras juga dilaporkan terdengar, yang mengindikasikan serangan Iran turut menyasar wilayah negara tersebut.

Perkembangan ini terjadi di tengah serangan baru Iran terhadap aset-aset Amerika Serikat di kawasan Teluk, yang telah memicu peningkatan ketegangan regional. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN