Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Betlehem Rayakan Natal Perdana di Tengah Gencatan Senjata Gaza

Mistar.idKamis, 25 Desember 2025 pukul 10.34 WIB
betlehem_rayakan_natal_perdana_di_tengah_gencatan_senjata_gaza

Perayaan Natal di Betlehem, Tepi Barat, Rabu (24/12/2025). (Foto: AFP/Hazem Bader)

news_banner

Betlehem, MISTAR.ID

Langit cerah menyambut perayaan Natal di Betlehem, Tepi Barat, Rabu (24/12/2025). Genderang marching band menggema di jalanan kota, menandai kembalinya sukacita setelah dua tahun perayaan terhenti akibat konflik di Jalur Gaza.

Hari ini, umat Kristen dari berbagai usia berbondong-bondong ke Manger Square, tempat kelahiran Yesus Kristus, untuk merayakan Natal. Sebelumnya, kota ini meniadakan perayaan sebagai bentuk solidaritas bagi warga Gaza yang menghadapi gempuran hebat pasukan Israel.

"Hari ini penuh sukacita karena kami tak bisa merayakan karena perang," kata Milagros Antras, salah satu anggota marching band, dikutip AFP.

Di alun-alun, warga menikmati suasana Natal dengan hadirnya Santa Claus yang menjual apel karamel dan mainan, serta berfoto di depan bingkai raksasa berisi boneka bayi yang melambangkan kelahiran Yesus.

Saat malam tiba, lampu warna-warni menyinari Manger Square dan pohon Natal yang menjulang di samping Gereja Kelahiran Yesus.

Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, menyebut Natal tahun ini sebagai momen yang diinginkan warga setelah dua tahun dalam kegelapan.

Namun, ia tetap prihatin terhadap situasi di Gaza, yang baru saja dikunjungi akhir pekan lalu. Menurut Pizzaballa, warga Gaza masih tinggal di pengungsian dengan fasilitas terbatas di tengah musim dingin, meski mereka tetap berusaha menyalakan asa hidup.

Perayaan kali ini juga diwarnai kedatangan kelompok Katolik dari Italia. Carmelina Piedimonte menyebut perayaan Natal di Tepi Barat memberinya harapan. "Jika di dalam hatimu ada cinta, maka mungkin untuk memiliki dunia tanpa perang," ujarnya.

Perayaan Natal ini menjadi mungkin setelah Israel dan Hamas sepakat mengakhiri gempuran, yang sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 70.000 orang dan membuat jutaan warga Palestina mengungsi. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN