Tukka dan Badiri Kembali Diterjang Banjir Susulan, 11 Warga Bonalumban Dievakuasi

Warga Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka yang terpaksa harus kembali mengungsi karena diterjang banjir susulan. (foto: Feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Banjir susulan mencapai 1 hingga 1,5 meter kembali menerjang wilayah Kecamatan Tukka dan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (14/3/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng bahkan sempat mengevakuasi 11 warga Kelurahan Bonalumban yang terjebak banjir. Mereka diselamatkan menggunakan perahu karet.
Banjir terjadi akibat insentitas hujan deras yang turun sejak pukul 17.00 WIB hingga malam hari. Dilaporkan, akibat derasnya air Aek Sigalagala di Kecamatan Tukka meluap mengakibatkan tanggul yang dibangun Kementerian PU jebol hingga berdampak air meluber dan membanjiri Lingkungan 1 serta 2, Kelurahan Bonalumban serta Kelurahan Hutanabolon.
Sejumlah rumah warga dan rumah ibadah kembali direndam air banjir. Warga terpaksa harus kembali mengungsi, bahkan ada 11 warga harus dievakuasi personel BPBD Tapteng menggunakan perahu karet.
Kejadian banjir juga terjadi di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri. Sungai Lopian meluap hingga membanjiri jalan Sibolga-Padangsidimpuan dan rumah warga.
Kendati jalan Sibolga-Padangsidldimpuan terendam banjir, namun masih bisa dilewati kendaraan dengan ekstra hati-hati dan mengurangi kecepatan.
Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Tapteng, Erianto Tambunan, mengatakan hujan yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu membuat tanggul jebol di lingkungan 2 dan lingkungan 1 Kelurahan Bonalumban.
"Jebolnya tanggul itu mengakibatkan melubernya daripada aliran sungai ke rumah-rumah penduduk," ujarnya.
Ia menjelaskan, sempat ada 11 warga yang terkepung banjir di lingkungan 3 Kelurahan Bonalumba karena lokasi tersebut dikelilingi sungai. Pihak Kelurahan menghubungi BPBD untuk dilakukan evakuasi.
"Kita melakukan evakuasi dan 11 jiwa itu termasuk 1 bayi yang berumur 1 bulan, kita selamatkan dengan aman terkendali," tuturnya.
Menurutnya, 11 warga bersama bayi saat ini berada di rumah keluarganya di lingkungan 2 Kelurahan Bonalumban dalam kondisi aman dan sehat.
Ia menilai, kalau pada dasarnya sungai di Bonalumban dan Hutanabolon sudah berada pada ketinggian 1 meter naiknya dari keadaan normal sebelum hujan.
"Kalau secara kasat mata yang terlihat banjir ini masih hanya di lingkungan 1. Kurang lebih ada 15 rumah yang masuk air di lingkungan 1 dan termasuk 1 masjid yang halamannya sudah dimasuki air," ucapnya.
Erianto mengungkapkan, dari laporan yang masuk ke BPBD, di lapangan ada beberapa titik wilayah yang terendam banjir diantaranya di Kelurahan Bonalumban, Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka dan Kelurahan Lopian Kecamatan Badiri.
"Saat ini kita dengar laporan salah satu Masjid air naik membanjiri di Kelurahan Lopian. Semuanya saat ini dalam kondisi kita monitoring," katanya.
Ia menambahkan, petugas-petugas BPBD Tapteng sudah berada dalam kondisi siaga untuk melayani masyarakat apabila diperlukan evakuasi. Personel yang diturunkan sebanyak 15 orang dan perahu karet sebanyak 3 unit dipersiapkan.
"Saat ini untuk kita siapkan menolong masyarakat dan apabila diperlukan kekuatan tambahan kita akan datang kembali untuk kekuatan yang lebih besar," ucapnya.
Hingga kini, situasi hujan masih mengguyur Kabupaten Tapteng, namun dengan intensitas ringan. Dikutip dari laman Facebook BMKG Tapanuli Tengah, cuaca siaga hujan sedang - hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang berpotensi terjadi diseluruh wilayah Kota Sibolga, Tapteng dan sekitarnya pada 14 Maret 2026.













