Siswa SLB Dikeroyok di Siantar, Ibu Korban Lapor Polisi

Ibu Septiano dengan kuasa hukumnya membuat laporan ke Polres Pematangsiantar. (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), Septiano Samuel Damanik, 21 tahun, jadi korban pengeroyokan brutal sekelompok warga di Jalan Melur, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar pada Minggu (25/1/2026).
Tak terima anaknya dikeroyok, ibu korban Diony Sylvia Simanjuntak, 55 tahun, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pematangsiantar, didampingi Lembaga Bantuan Hukum Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar Simalungun (LBH TDBP SS).
Diony mengatakan bahwa anaknya memang suka bermain dengan anak-anak.
"Anak saya memang suka main sama anak kecil, kenapa kok tega kali mereka memukuli anak saya,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (28/1/2026).
Diony sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga. "Saya berharap kasus yang menimpa anak saya segera ditangani aparat penegak hukum," ucapnya.
Kuasa hukum dari LBH TDBP SS, Bulan Damanik, mengatakan bahwa pengeroyokan tidak dibenarkan secara hukum.
"Perbuatan yang terjadi kepada korban tidak dibenarkan secara hukum. Walaupun itu benar terjadi (dugaan penculikan anak), tidak ada dasar wewenang masyarakat menghakimi sendiri. Kami minta agar pihak berwajib menangani masalah ini dengan berkeadilan,” ujarnya.
Bulan menjelaskan bahwa dalam video pengeroyokan yang beredar luas di media sosial, wajah para terduga pelaku sudah terlihat jelas. Video ini diharapkan bisa mempermudah proses hukum.
"Di sini keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban, sekaligus mencegah terulangnya aksi main hakim sendiri di tengah masyarakat," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Septiano Samuel Damanik bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Pematangsiantar yang terletak di Jalan Tuan Rondahaim, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.
Wali kelas Septiano, Dolfri Saragih, menceritakan Septiano yang merupakan anak periang, ceria dan suka bersosial serta beda dari yang lain. Septiano sangat senang dengan anak kecil sangat berbeda dari teman-temannya yang lain.
"Septiano lebih menonjol dan sangat senang dengan anak kecil. Dalam hal menyukai bukan hal yang negatif, selama di sini dia menempatkan dirinya itu seperti kami gurunya," ujarnya kepada mistar.id, Selasa (27/1/2026).
Dolfri yang telah melihat kondisi Septiano mengatakan bahwa kejadian tersebut sangat disayangkan.
"Kemarin sudah bertemu langsung dengan Septiano dan keluarganya. Miris sekali melihat kondisinya sampai babak belur. Sungguh sangat memprihatinkan dan sangat kejam orang yang membuat Septiano seperti itu," tuturnya. (hm20)






















