Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Setan Alas Raih Penghargaan Film Pilihan FFHoror Februari 2026

Mistar.idMinggu, 15 Februari 2026 15.35
journalist-avatar-top
setan_alas_raih_penghargaan_film_pilihan_ffhoror_februari_2026_

Setan Alas Jadi Film Pilihan FFhoror Bulan Februari. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Film horor Indonesia Setan Alas terpilih sebagai film terbaik dalam Festival Film Horor (FFHoror) edisi Februari 2026. Atas pencapaian tersebut, film ini berhak menerima Penghargaan Nini Suni dalam acara yang digelar di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tak hanya filmnya yang diapresiasi, sang sutradara Yusron Fuady juga dinobatkan sebagai sutradara terbaik. Sementara itu, penghargaan aktor terbaik diraih Rangga Azof lewat film Kafir Gerbang Sukma, dan kategori aktris terbaik dimenangkan Putri Ayudia dari film yang sama.

Ketua FFHoror, Chandra NZ, mengatakan festival ini berlangsung sepanjang tahun dengan pengumuman film terpilih setiap bulan. Seluruh pemenang bulanan nantinya akan kembali dinilai untuk penghargaan tahunan yang diumumkan setiap 13 Desember.

“Film-film terpilih akan masuk dalam penilaian akhir tahunan,” ujarnya.

Selain ajang apresiasi, FFHoror juga menjadi ruang diskusi untuk mendorong peningkatan kualitas film horor nasional agar mampu bersaing di pasar internasional. “Harapannya, film horor Indonesia bisa menembus pasar global dan semakin eksis,” kata Chandra.

Dalam diskusi yang digelar, sejumlah pelaku industri seperti sutradara Toto Hoedi dan Nanang Istiabudi, produser Herty Purba, serta moderator Irvan Handoko membahas tantangan industri horor Tanah Air. Salah satu sorotan adalah makin kuatnya dominasi film horor Korea Selatan di bioskop Indonesia.

Nanang Istiabudi menilai penonton kini semakin kritis. Akses mudah terhadap film global membuat standar apresiasi meningkat, baik dari sisi cerita maupun kualitas visual.

“Penonton sekarang lebih cerdas. Mereka menuntut storytelling dan visual yang matang,” ucapnya.

Terpilihnya Setan Alas dinilai menjadi bukti bahwa kualitas film horor Indonesia terus berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat. Sebelumnya, pada edisi Januari, film Janur Ireng lebih dulu meraih Penghargaan Nini Suni.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN