Thursday, June 11, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Para Perasuk: Ritual Kerasukan Jadi Simbol Perlawanan, Film Ambisius Wregas Bhanuteja Tembus Sundance

Mistar.idKamis, 23 April 2026 19.21
journalist-avatar-top
para_perasuk_ritual_kerasukan_jadi_simbol_perlawanan_film_ambisius_wregas_bhanuteja_tembus_sundance

Ilustrasi, Para Perasuk: Ritual Kerasukan Jadi Simbol Perlawanan, Film Ambisius Wregas Bhanuteja Tembus Sundance. (foto:berbagaisumber/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Film Para Perasuk hadir sebagai salah satu karya paling berani dalam lanskap perfilman Indonesia 2026. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini menawarkan pendekatan tak biasa terhadap tema kerasukan—bukan sebagai horor yang menakutkan, melainkan sebagai ruang pelarian dan bahkan perayaan kolektif.

Tak hanya kuat dari sisi cerita, Para Perasuk juga mencuri perhatian dunia setelah tampil di Sundance Film Festival 2026, mempertegas posisinya sebagai film Indonesia dengan daya saing global.

Sinopsis: Ketika Kerasukan Menjadi Jalan Hidup

Kisah berpusat pada Bayu, pemuda desa yang bercita-cita menjadi “perasuk”—medium dalam ritual kerasukan massal di desanya. Berbeda dari persepsi umum, kerasukan di desa ini justru menjadi sumber kebahagiaan dan hiburan bagi warga.

Namun ambisi Bayu tak berhenti di situ. Ia melihat tradisi tersebut sebagai alat untuk mempertahankan desanya dari ancaman penggusuran. Dalam prosesnya, Bayu harus menghadapi konflik batin antara realitas dan dunia spiritual yang semakin kabur.

Narasi ini berkembang menjadi kisah coming-of-age yang sarat makna, sekaligus refleksi tentang identitas, harapan, dan bentuk perlawanan masyarakat kecil.

Genre, Jadwal Rilis, dan Skala Produksi

Para Perasuk mengusung genre drama supernatural dengan sentuhan psikologis dan budaya lokal yang kuat. Film ini pertama kali diputar di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026, sebelum akhirnya dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada April 2026.

Dari sisi produksi, film ini tergolong ambisius. Proses syuting melibatkan sekitar 1.000 figuran dan 200 penari, menciptakan pengalaman visual yang megah sekaligus imersif.

Deretan Pemain dan Tim Kreatif

Film ini dibintangi sejumlah aktor ternama Indonesia, antara lain:

- Angga Yunanda sebagai Bayu

- Maudy Ayunda sebagai Laksmi

- Anggun C. Sasmi sebagai Guru Asri

- Chicco Kurniawan sebagai Pawit

- Bryan Domani sebagai Ananto

Sementara itu, naskah film digarap oleh Wregas Bhanuteja bersama Alicia Angelina dan Defi Mahendra.

Fakta Menarik di Balik “Para Perasuk”

- Film ini menghadirkan puluhan konsep roh, termasuk representasi hewan dalam ritual kerasukan.

- Musik dan tarian menjadi elemen utama dalam membangun suasana, bukan sekadar pelengkap.

- Merupakan proyek ko-produksi lintas negara yang melibatkan Indonesia, Singapura, dan Prancis.

- Terinspirasi dari pengalaman personal sang sutradara terkait fenomena spiritual di sekitarnya.

Insight: Kerasukan sebagai Metafora Sosial

Di balik visualnya yang artistik, Para Perasuk menyimpan kritik sosial yang kuat. Kerasukan dalam film ini dapat dimaknai sebagai bentuk pelarian dari tekanan hidup—sekaligus simbol perlawanan terhadap perubahan sosial yang mengancam komunitas lokal.

Wregas Bhanuteja menghadirkan perspektif baru dalam sinema Indonesia: bahwa tradisi dan spiritualitas tidak hanya soal kepercayaan, tetapi juga bisa menjadi alat resistensi terhadap kekuatan yang lebih besar, seperti kapitalisme dan modernisasi.

Penutup: Para Perasuk bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman sinematik yang menggugah. Dengan pendekatan yang segar, visual yang kuat, serta narasi yang dalam, film ini berpotensi menjadi tonggak penting bagi perkembangan film Indonesia di kancah internasional.

(berbagaisumber/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN