Wednesday, October 21, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Komnas PA Kecam Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah

Mistar.idRabu, 21 Oktober 2026 pukul 20.04 WIB
komnas_pa_kecam_konflik_ruben_onsu_dan_sarwendah_

Ruben Onsu dan Sarwendah. (Foto: Kolase dari Instagram)

Jakarta, MISTAR.ID - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengingatkan perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah yang terus bergulir di ruang publik berpotensi memberikan tekanan psikologis terhadap anak-anak mereka.

Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, menegaskan lembaganya tidak berpihak kepada Ruben Onsu maupun Sarwendah. Komnas PA berfokus pada perlindungan hak serta kondisi psikologis anak yang terdampak konflik orang tua.

“Kami tidak pernah berada di sisi orang dewasa. Namanya perlindungan anak, ya khusus anak. Kami tidak pernah menyangkutpautkan, tidak pernah melihat kasus itu dari sisi orang dewasa,” kata Agustinus di kantornya di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2026).

Agustinus mengatakan, Komnas PA menerima banyak komentar negatif di media sosial setelah menggelar konferensi pers sebelumnya. Padahal, menurutnya, lembaga tersebut berupaya memberikan bantuan untuk memastikan kondisi anak tetap terlindungi di tengah perselisihan kedua orang tuanya.

“Kami nggak melihat, apakah melihat tentang Ibu SW-nya atau Bapak RO-nya. Kami melihat ada anak yang tersakiti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Komnas PA mengunjungi anak yang menjadi perhatian dalam persoalan tersebut sehari setelah menerima laporan. Lembaga itu juga melakukan asesmen dengan melibatkan tenaga ahli psikologi untuk mengetahui kondisi anak.

Menurut Agustinus, langkah tersebut dilakukan karena konflik yang terus menjadi perbincangan di media selama berbulan-bulan dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi psikologis anak.

Ia menegaskan, asesmen diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen Komnas PA dalam menjalankan tugas secara independen tanpa memihak salah satu orang tua.

Agustinus menyebut hasil asesmen terhadap anak tersebut telah disimpan oleh Komnas PA. Namun, ia menekankan bahwa hal yang paling mendesak saat ini adalah menghentikan konflik terbuka agar anak tidak terus-menerus terpapar perselisihan orang tuanya. (hm25/detikhot)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN