Tuesday, October 20, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Inara Rusli Ungkap Chat dengan Mawa soal Poligami dan Kesehatan Mental

Mistar.idSelasa, 20 Oktober 2026 pukul 14.37 WIB
inara_rusli_ungkap_chat_dengan_mawa_soal_poligami_dan_kesehatan_mental

Inara Rusli dan pengacara saat ditemui di kawasan Jakarta. (Foto: Detikhot/Febri)

Jakarta, MISTAR.ID - Inara Rusli mengungkapkan percakapan pribadinya dengan Wardatina Mawa yang membahas kemungkinan menerima poligami dengan Insanul Fahmi, suami Mawa saat itu.

Dalam percakapan tersebut, Inara juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi kesehatan mental Mawa di tengah polemik dugaan perzinaan yang berujung laporan polisi terhadap dirinya.

Percakapan itu dibacakan Inara di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026) malam. Ia menyebut sejumlah pesan tersebut belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan menegaskan tidak memiliki niat untuk menyakiti ataupun merendahkan harga diri Mawa.

"Untuk meluruskan beberapa kesalahpahaman yang mungkin pernah dirasakan sama pihak terkait, saya akui memang saya punya kelemahan dalam menyampaikan perkataan secara tertulis. Namun begitu, saya tidak ada niat sama sekali untuk menyakiti atau melukai harga diri maupun perasaan pihak-pihak yang terkait," kata Inara.

Salah satu percakapan yang dibacakan berkaitan dengan pertimbangan Inara untuk menerima poligami serta kekhawatirannya terhadap kondisi mental Mawa.

"Jujur aku juga kepikiran untuk iyain dia poligami, tapi benar-benar harus mantepin hati. Aku bilang, 'Kamu benar-benar perlu ke psikolog. Satu yang aku khawatirin kesehatan mental kamu'. 'Aku mentalnya juga udah hancur, Kak, bertahun-tahun, terus dapat kabar isu itu datang lagi. Sering banget aku ketawa sendiri'," demikian isi pesan yang dibacakan Inara.

Inara menegaskan, sarannya agar Mawa berkonsultasi dengan psikolog bukan dimaksudkan untuk menyebut Mawa mengalami gangguan mental. Menurutnya, ia justru khawatir dengan kondisi Mawa sehingga menyarankan bantuan dari tenaga profesional.

"Itu sebabnya kenapa saya concern dan meminta beliau untuk counseling ke tenaga ahli. Mengingat saya bukan tenaga ahli, saya tidak punya kompetensi untuk bisa memberikan saran dan nasihat untuk rumah tangganya," ujarnya.

Selain membacakan percakapan tersebut, Inara mengaku telah beberapa kali menghubungi Mawa melalui pesan langsung atau direct message (DM). Ia menyebut upaya itu dilakukan untuk mengajak Mawa bertemu dan menjelaskan persoalan yang terjadi di antara mereka.

"Kemudian saya beberapa kali sudah chat secara langsung via DM untuk mengajak bertemu, bahkan dari sebelum konflik, untuk meluruskan keadaan yang sebenarnya tentang kami semua," tutur Inara.

Namun, Inara mengaku terkejut ketika Mawa datang ke Jakarta dan persoalan tersebut berujung pada laporan polisi terhadap dirinya. Ia mengatakan sebelumnya berharap mereka dapat bertemu dan membicarakan persoalan tersebut secara langsung.

"Namun saya kaget karena ketika beliau sampai di Jakarta bukan untuk duduk bertiga, tapi laporan polisi yang saya terima," pungkasnya. (hm25/detikhot)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN