Unilever Indonesia Antisipasi Pelemahan Rupiah, Siapkan Strategi Lindung Nilai dan Efisiensi Operasional

Unilever Indonesia (Foto: CNN)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengakui bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberi tekanan pada biaya operasional dan harga bahan baku impor. Namun, perusahaan memastikan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas keuangan dan kinerja bisnis di tengah volatilitas pasar.
Direktur Keuangan Unilever Indonesia, Neeraj Lal, menjelaskan bahwa dampak perubahan nilai tukar terhadap bisnis Unilever muncul dari dua sisi utama, yakni harga komoditas global dan pergerakan kurs mata uang asing.
“Ada dua hal yang perlu diperhatikan: komoditas dan nilai tukar. Sekitar 3% dari total biaya pokok penjualan kami terdampak langsung oleh harga komoditas, dan sekitar 30% terdampak secara tidak langsung akibat fluktuasi nilai tukar,” ujar Neeraj dalam konferensi pers laporan keuangan kuartal III-2025, Kamis (23/10/2025).
Langkah Antisipatif Hadapi Tekanan Kurs
Neeraj menegaskan bahwa meskipun Unilever tidak sepenuhnya kebal terhadap pergerakan nilai tukar, perusahaan telah menyiapkan strategi komprehensif untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan melindungi margin keuntungan.
“Kami memang tidak kebal terhadap perubahan nilai tukar. Namun kami memiliki strategi agar bisnis tetap berkelanjutan, memberikan waktu bagi kami untuk bereaksi terhadap dinamika pasar,” jelasnya.
Beberapa langkah yang dijalankan antara lain lindung nilai alami (natural hedge) dari pendapatan ekspor, kontrak berjangka dengan pemasok, serta program lindung nilai (hedging) yang dijalankan bersama perbankan mitra.
“Kami memiliki lindung nilai alami dari sebagian pendapatan ekspor, kontrak berjangka dengan pemasok, dan strategi hedging bersama bank. Tujuannya untuk memberi kepastian bagi bisnis ketika nilai tukar berfluktuasi,” tambah Neeraj.
Tim Treasury dan Procurement Jadi Andalan
Lebih lanjut, Neeraj menyebut bahwa tim treasury dan procurement Unilever memainkan peran penting dalam menjaga efisiensi rantai pasok di tengah tekanan eksternal. Dengan pengalaman panjang dalam manajemen risiko keuangan, Unilever diyakini mampu mengendalikan dampak fluktuasi nilai tukar secara efektif.
“Kami memiliki kemampuan keuangan dan tim treasury yang kuat, termasuk dalam kerja sama dengan ekosistem pemasok untuk menjalankan strategi lindung nilai yang efektif,” ungkapnya.
Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan
Unilever Indonesia optimistis strategi pengelolaan risiko yang diterapkan dapat menjaga stabilitas operasional dan efisiensi biaya tanpa mengorbankan nilai bagi pemegang saham. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan tetap berfokus pada efisiensi, keberlanjutan, dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Tujuan kami adalah memastikan bisnis tetap efisien, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai bagi konsumen serta pemegang saham, meskipun kondisi eksternal terus berubah,” tutup Neeraj.
(hm17)
BERITA TERPOPULER
























