Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pemerintah akan Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia

Mistar.idSenin, 9 Februari 2026 20.41
journalist-avatar-top
pemerintah_akan_ekspor_2280_ton_beras_ke_arab_saudi_untuk_jemaah_haji_indonesia_

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Pemerintah Indonesia berencana mengekspor beras ke Arab Saudi khusus untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji asal Tanah Air. Rencana tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Zulhas menyebutkan, Perum Bulog diproyeksikan memiliki cadangan beras lebih dari 4 juta ton pada 2026. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk kebutuhan nasional sekaligus mendukung konsumsi jemaah haji Indonesia.

“Hari ini kita sudah sepakat, beras untuk jemaah haji harus dari Indonesia. Jemaah kita lebih dari 200 ribu orang, dan insyaallah stok Bulog tahun ini mencapai lebih dari 4 juta ton,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, jemaah haji Indonesia memiliki preferensi kuat terhadap beras produksi dalam negeri yang dikenal lebih pulen. Selama ini, kebutuhan beras jemaah haji dipenuhi dari negara lain seperti Vietnam dan Thailand.

“Beras Indonesia lebih pulen. Kalau yang biasa dipakai itu kering dan pera, kurang cocok dengan selera orang Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan beras yang akan dikirim merupakan beras premium dengan kadar pecahan 5 persen dan kadar air 14 persen. Total volume ekspor yang diminta mencapai 2.280 ton, namun Bulog menyiapkan hingga 3.000 ton sebagai langkah antisipasi.

“Kami siapkan lebih dari kebutuhan awal untuk mengantisipasi permintaan tambahan, termasuk jika ada kebutuhan dari pihak Saudi,” kata Rizal.

Rizal menyampaikan, pengiriman beras direncanakan mulai pekan ketiga Februari 2026. Ia berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kenyamanan konsumsi jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.

“Tujuannya agar jemaah bisa makan dengan nyaman dan sehat. Harapannya, ini juga bisa membantu menekan risiko kesehatan dan angka korban jiwa jemaah haji Indonesia,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN