Menteri ESDM Akan Pangkas Target Produksi Nikel dan Batu Bara 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Istimewa)
Jakarta, MISTAR.ID
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan memangkas target produksi nikel dan batu bara pada 2026.
Kebijakan ini dilakukan melalui penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) guna mengendalikan pasokan dan mendorong perbaikan harga kedua komoditas tersebut.
“Semuanya kami pangkas. Bukan hanya nikel, batu bara pun kami pangkas,” kata Bahlil usai Konferensi Pers Kesiapan Sektor ESDM Menghadapi Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Jakarta, yang dikutip dari Antara.
Bahlil menjelaskan, penurunan harga batu bara saat ini dipicu oleh kelebihan pasokan di pasar global. Total batu bara yang diperdagangkan dunia mencapai sekitar 1,3 miliar ton, dengan Indonesia menyumbang hampir separuh dari jumlah tersebut.
“Indonesia sendiri menyuplai sekitar 500 sampai 600 juta ton, hampir 50 persen,” ujarnya.
Menurut Bahlil, dominasi pasokan dari Indonesia berkontribusi besar terhadap tekanan harga batu bara di pasar internasional. Harga Acuan Batu Bara (HBA) tercatat terus menurun sejak November dan saat ini berada di level US$98,26 per ton, turun dari posisi akhir 2024 yang masih mencapai US$114,43 per ton.
Untuk menjaga keseimbangan pasar, pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan tambang. Bahlil menegaskan, perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan akan dikenai evaluasi, termasuk kemungkinan peninjauan kembali persetujuan RKAB.
“Ini kami mengontrol bagi perusahaan-perusahaan yang tidak menaati aturan. RKAB-nya juga mungkin akan dilakukan peninjauan,” tuturnya. (hm25)



















