Kidult Economy Makin Diminati, Orang Dewasa Rela Habiskan Banyak Uang untuk Mainan

Ilustrasi kidult economy. (Foto: American Bazaar)
Jakarta, MISTAR.ID – Tren membeli mainan kini tidak lagi didominasi anak-anak. Semakin banyak orang dewasa yang mengalokasikan uang untuk mengoleksi action figure, komik, hingga menikmati wahana permainan sebagai cara melepas penat sekaligus bernostalgia dengan masa kecil.
Fenomena yang dikenal sebagai kidult economy ini dinilai membuka peluang bisnis baru bagi industri mainan dan hiburan. Namun, masyarakat juga perlu mewaspadai risiko perilaku konsumtif, terutama jika pembelian barang hobi mulai dibiayai dengan pinjaman online (pinjol).
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Gancar C. Premananto menjelaskan, pertumbuhan pasar tersebut tidak terlepas dari strategi produsen internasional yang mulai membidik konsumen dewasa dengan daya beli lebih tinggi.
Menurutnya, perubahan demografi di sejumlah negara maju turut mendorong pergeseran target pasar industri mainan. Berkurangnya populasi anak-anak membuat produsen perlu mencari segmen konsumen baru untuk menjaga keberlangsungan bisnis.
"Kondisi demografis piramida terbalik di negara-negara maju memicu penurunan jumlah konsumen anak, yang berdampak pada hilangnya pasar utama bagi produsen mainan internasional," ungkap Gancar, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).
Gancar juga mengaitkan tren tersebut dengan lipstick effect, yaitu kecenderungan masyarakat tetap membeli barang-barang kecil yang bersifat mewah atau premium meskipun sedang menghadapi tekanan ekonomi.
Dalam fenomena kidult economy, pembelian mainan dan barang koleksi hingga pengalaman bermain menjadi salah satu cara konsumen memperoleh kesenangan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Ia menilai, sebagian konsumen lebih memilih mencari kebahagiaan jangka pendek (short term orientation) dibandingkan mengejar kepuasan jangka panjang yang belum tentu dapat dipastikan. Kesibukan pekerjaan dan rutinitas sehari-hari juga mendorong orang dewasa mencari hiburan melalui aktivitas yang mengingatkan mereka pada masa kecil.
"Para konsumen kerap berdalih memberikan self-reward agar bisa tetap bahagia di tengah gempuran rutinitas harian. Aktivitas sehari-hari yang padat menjadi sumber stres (stressor) yang berpotensi mengganggu kesehatan mental mereka," ujarnya.
Besarnya minat terhadap tren ini turut tercermin dari survei perilaku konsumen kidult di Indonesia yang dirujuk Gancar. Mayoritas responden disebut rutin menghabiskan sekitar Rp500.000 hingga Rp1 juta setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan hobi dan nostalgia.
Pengeluaran tersebut memperlihatkan potensi pasar yang cukup besar bagi pelaku usaha di sektor mainan, barang koleksi, dan hiburan.
Waspadai Penggunaan Pinjol untuk Hobi
Di balik peluang bisnis yang menjanjikan, Gancar mengingatkan agar masyarakat tidak mengorbankan kondisi keuangan demi memenuhi kesenangan sesaat. Pengeluaran untuk hobi, menurutnya, harus disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing.
"Jangan sampai keinginan mendapatkan kesenangan sesaat justru menimbulkan persoalan keuangan," katanya.
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan pinjaman online (pinjol) untuk membiayai pembelian mainan atau kebutuhan hobi yang bukan merupakan prioritas utama.
Selain penggunaan pinjol, perilaku konsumtif berlebihan juga perlu dihindari. Salah satunya membeli mainan secara terus-menerus hanya untuk ditumpuk sebagai pajangan tanpa tujuan investasi yang jelas.
Gancar menegaskan, menjaga kesehatan mental melalui aktivitas menyenangkan merupakan hal penting. Namun, kebutuhan tersebut harus tetap diimbangi dengan pengelolaan keuangan dan perencanaan anggaran yang matang.
"Menjaga kesehatan mental di tengah ketidakpastian ekonomi memang penting, namun harus dibarengi dengan penganggaran yang matang. Jangan sampai menjebak diri dalam jeratan pinjol dan perilaku mubazir," ujarnya. (cnbc)
NEXT ARTICLE
OJK Respons Tuduhan Singapura Intervensi MSCIBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER






































