Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kapan Sebaiknya Memulai Investasi Emas, Ini Kata Financial Planner

Mistar.idSelasa, 3 Februari 2026 pukul 08.44 WIB
kapan_sebaiknya_memulai_investasi_emas_ini_kata_financial_planner

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat karena nilainya yang relatif stabil dan dapat disimpan dalam bentuk fisik. Namun, pergerakan harga emas yang fluktuatif kerap membuat calon investor ragu menentukan waktu pembelian.

Harga emas Antam tercatat mengalami penurunan pada Minggu (1/2/2026) menjadi Rp2.860.000 per gram dari sebelumnya Rp3.120.000 per gram. Selanjutnya, pada Senin (2/2/2026), harga emas kembali naik sebesar Rp 167.000 menjadi Rp3.027.000 per gram.

Menanggapi kondisi tersebut, Financial Planner atau Perencana Keuangan Andi Nugroho menyarankan masyarakat untuk tidak menunda investasi emas hanya karena menunggu harga turun. Menurutnya, waktu terbaik untuk memulai investasi adalah sesegera mungkin.

“Salah satu prinsip investasi adalah bila ditanya kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi, jawabannya adalah kemarin. Dan bila kemarin belum sempat berinvestasi, maka waktu yang tepat untuk memulainya adalah hari ini,” kata Andi, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, menunggu harga emas turun justru berisiko karena pergerakan harga sulit diprediksi. “Jangan-jangan ketika berharap harganya turun, yang ada justru sebaliknya, harganya makin naik,” ujarnya.

Namun demikian, Andi mengingatkan ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi emas. Pertama, emas bukanlah instrumen investasi jangka pendek. Menurutnya, investasi emas idealnya dilakukan untuk jangka menengah hingga panjang.

“Investasi emas itu sebenarnya untuk jangka menengah-panjang,” tuturnya. Ia menyarankan emas disimpan setidaknya selama tiga tahun agar keuntungan yang diperoleh lebih optimal.

Kedua, calon investor perlu memahami adanya selisih antara harga beli dan harga jual kembali emas. Selisih tersebut umumnya berkisar sekitar 10 persen. Oleh karena itu, keuntungan baru bisa diperoleh apabila harga jual kembali lebih tinggi dibandingkan harga beli sebelumnya.

Ketiga, terdapat perbedaan nilai jual kembali antara emas batangan dan emas perhiasan. Andi menyarankan emas batangan sebagai pilihan investasi karena memiliki harga jual kembali yang lebih tinggi dibandingkan perhiasan.

“Sebagai aset investasi, sebaiknya membeli emas dalam bentuk batangan dibandingkan perhiasan,” katanya.

Keempat, investasi emas juga dikenakan pajak. Untuk emas batangan, dikenakan pajak penjualan sebesar 0,25 persen, sementara emas perhiasan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen.

Selain itu, Andi menjelaskan investasi emas kini dapat dilakukan baik dalam bentuk fisik maupun digital. Menurutnya, potensi pertumbuhan dan tingkat likuiditas keduanya relatif sama.

Pilihan antara emas fisik dan digital dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan dan preferensi masing-masing investor. Emas fisik umumnya dibeli secara tunai dan disimpan sendiri, sementara emas digital memungkinkan pembelian secara cicilan.

“Bagi yang dananya terbatas namun ingin memiliki emas, emas digital bisa menjadi alternatif,” ujar Andi.

Ia menambahkan, emas digital juga cocok bagi masyarakat yang khawatir akan risiko kehilangan emas fisik. Selain itu, pembelian emas digital dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu datang ke toko.

“Emas digital bisa menjadi opsi untuk berinvestasi emas secara efisien dan efektif,” tuturnya. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN