Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IPO SpaceX Bisa Capai $1,5 Triliun, Kekayaan Elon Musk Berpotensi Melonjak

Mistar.idKamis, 11 Desember 2025 pukul 17.02 WIB
ipo_spacex_bisa_capai_15_triliun_kekayaan_elon_musk_berpotensi_melonjak

Roket Starship berat milik SpaceX melakukan uji penerbangan pada bulan Oktober. (foto:ap/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Elon Musk, yang sudah menjadi orang terkaya di dunia, bisa segera menjadi jauh lebih kaya.

Bloomberg melaporkan bahwa berencana melakukan salah satu penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah untuk SpaceX. Perusahaan antariksa milik Musk tersebut berencana mengumpulkan dana sebesar $30 miliar tahun depan, dan IPO dapat menilai perusahaan hingga $1,5 triliun. SpaceX tidak menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut.

SpaceX selama ini tidak mengalami kesulitan mengumpulkan dana meskipun merupakan perusahaan swasta. Namun, kemampuan menjual saham publik dapat meningkatkan arus kas untuk mendukung rencana perusahaan yang ambisius dan berbiaya sangat besar.

Debut di Wall Street juga akan memberi Musk keuntungan berupa peningkatan kekayaannya yang sudah sangat besar. Namun, hal itu sekaligus membuka pintu bagi pengawasan eksternal terhadap cara SpaceX menjalankan bisnis, sesuatu yang kerap mengganggu Musk selama masa kepemimpinannya di Tesla.

Dana hasil IPO akan masuk ke perusahaan, bukan langsung ke Musk. Namun, karena Musk dilaporkan memiliki hampir setengah saham SpaceX, nilai kekayaannya akan meningkat signifikan.

SpaceX yang go public berarti Musk dapat lebih mudah meminjam dengan jaminan nilai sahamnya, seperti yang telah ia lakukan dengan kepemilikan saham Tesla. Langkah ini dapat memberikan uang tunai bebas pajak untuk berbagai usahanya.

Menurut Bloomberg Billionaire Tracker, kekayaan bersih Musk saat ini mencapai $461 miliar, sebagian besar berasal dari saham dan opsi Tesla. Jika SpaceX bernilai $1,5 triliun, kekayaannya dapat lebih dari dua kali lipat.

SpaceX berada pada titik penting dalam pengembangan bisnisnya. Perusahaan ini telah menguasai sebagian besar pasar peluncuran astronot dan satelit. Konstelasi mikrosatelit Starlink pun telah menjadikan SpaceX sebagai penyedia layanan internet global.

Modal lebih besar dibutuhkan untuk mendorong tujuan ambisius perusahaan. Roket generasi berikutnya, Starship, menjadi komponen kunci yang masih dalam tahap pengembangan. Meski telah mengalami sejumlah kecelakaan dan ledakan, roket ini diharapkan menjadi terobosan besar dalam eksplorasi luar angkasa.

IPO juga akan memberikan peluang bagi investor lama untuk mencairkan saham mereka dengan keuntungan. SpaceX telah menarik berbagai investor besar, termasuk Alphabet (induk Google), Fidelity Investments, serta perusahaan modal ventura seperti Founders Fund, Sequoia Capital, Valor Equity Partners, dan Andreessen Horowitz.

Menurut Pitchbook, SpaceX telah mengumpulkan dana sekitar $10 miliar, dan setiap putaran pendanaan selalu kelebihan peminat. SpaceX dilaporkan memiliki arus kas positif, terutama berkat pendapatan besar dari Starlink. Selain itu, SpaceX memegang kontrak bernilai miliaran dolar untuk layanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dan membawa astronot ke bulan melalui program NASA.

Starship memang mengalami kemunduran selama uji coba pada tahun 2025, namun jika berhasil, roket ini diharapkan mendukung ambisi jangka panjang perusahaan untuk membangun pemukiman permanen di Mars serta menurunkan biaya pengiriman kargo ke luar angkasa secara drastis.

Musk adalah salah satu orang yang paling keras mengkritik proses IPO. IPO dapat menimbulkan tekanan investor terhadap rencana bisnis jangka panjang yang padat modal dan belum tentu menghasilkan keuntungan dalam waktu dekat.

Go public juga berarti pengawasan lebih ketat dari publik serta regulator seperti Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Musk sendiri pernah berselisih dengan SEC, termasuk ketika ia sempat berencana menjadikan Tesla perusahaan swasta pada 2018 sebelum akhirnya membatalkannya.

Musk juga sering berseteru dengan beberapa kelompok investor, termasuk analis, penjual saham jangka pendek, dan perusahaan penasihat pemegang saham institusional. Ia bahkan pernah menyebut perusahaan riset tersebut sebagai “teroris korporat.”. (cnn/hm16)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN