Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Minyak Dunia Diperkirakan Masih Alami Tren Kenaikan

Mistar.idMinggu, 29 Maret 2026 pukul 17.25 WIB
harga_minyak_dunia_diperkirakan_masih_alami_tren_kenaikan

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Harga minyak dunia diperkirakan masih akan melanjutkan tren kenaikan dalam waktu dekat, bahkan berpotensi menembus 125 dollar AS per barel. Proyeksi ini muncul seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang menekan pasokan energi global.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan harga minyak mentah global dalam sepekan ke depan akan cenderung menguat dengan rentang yang cukup lebar.

Untuk crude oil yang diperdagangkan secara domestik, ia memperkirakan level support berada di sekitar 92,3 dollar AS per barel, sementara resistance di kisaran 112,2 dollar AS per barel. Selama harga bertahan di atas level support tersebut, peluang penguatan dinilai masih terbuka dalam jangka pendek.

“Minyak mentah dunia yang pertama adalah crude oil yang biasa diperdagangkan secara domestik. Crude oil itu kemungkinan besar dalam satu minggu range-nya 92,300 dollar per barrel. Ingat, 92,300 dollar per barrel itu adalah support-nya,” ujar Ibrahim kepada wartawan Minggu (29/3/2026).

“Resistensinya adalah 112,200 dollar AS per barrel. Dan kemungkinan harga minyak ini akan menguat dalam minggu depan,” tuturnya.

Sementara itu, untuk minyak acuan global Brent crude oil, harga sebelumnya ditutup di kisaran 112 dollar AS per barel. Dalam sepekan ke depan, Brent diperkirakan bergerak di rentang 110 hingga 116 dollar AS per barel, dengan peluang kenaikan yang cukup kuat.

Ibrahim bahkan memproyeksikan tren penguatan tersebut bisa berlanjut lebih agresif pada pekan berikutnya hingga menyentuh 125 dollar AS per barel. “Luar biasa, kemungkinan besar harga Brent crude oil ini naiknya cukup tajam dan diperkirakan di minggu berikutnya itu bisa di 125 dollar per barrel,” ucapnya.

Harga minyak dunia sendiri ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Jumat (27/3/2026), di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Kenaikan ini terjadi meskipun Presiden Donald Trump mulai menempuh jalur negosiasi dengan Iran, yang dinilai belum cukup meredakan kecemasan pasar.

Mengutip CNBC, Sabtu (28/3/2026), harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 5,46 persen menjadi 99,64 dollar AS per barel.

Sementara itu, harga Brent menguat 4,22 persen ke level 112,57 dollar AS per barel, menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina 2022 mengguncang pasar energi global.

Dalam sesi perdagangan, harga WTI bahkan sempat menyentuh 100,04 dollar AS per barel sebelum terkoreksi tipis.

Secara mingguan, kontrak WTI naik sekitar 1 persen, sedangkan Brent relatif stagnan. Kebijakan Trump yang memberi waktu tambahan 10 hari kepada Iran untuk membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz belum mampu meredakan kekhawatiran pelaku pasar. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN