Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Ikan Naik Signifikan di Pematangsiantar, Pemerintah Diminta Segera Intervensi

Mistar.idKamis, 12 Februari 2026 pukul 10.51 WIB
harga_ikan_naik_signifikan_di_pematangsiantar_pemerintah_diminta_segera_intervensi

Pedagang ikan di Pasar Dwikora, Pematngsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga ikan di Pasar Dwikora Pematangsiantar menunjukkan kenaikan signifikan. Salah satu ikan yang masih mahal adalah ikan kembung. Harganya mencapai Rp 65.000 per kilogram, Kamis (12/2/2026).

Kenaikan harga ini, disebutkan seorang Akademisi Universitas Simalungun, Raja Mangaratua Nainggolan, bukanlah kenaikan biasa. Lonjakan harga ini dapat dijelaskan melalui hukum dasar permintaan dan penawaran.

Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir mengakibatkan banyak nelayan enggan melaut, yang secara otomatis memangkas volume pasokan ikan segar ke pasar-pasar lokal.

"Ketika pasokan menyusut drastis sementara permintaan masyarakat tetap stabil atau bahkan meningkat, harga secara alami akan terkerek naik," ujarnya kepada Mistar.

Raja menjelaskan dalam perspektif ekonomi makro, fenomena ini ditandai dengan pergeseran kurva penawaran ke arah kiri, yang menciptakan ketidakseimbangan supply-demand yang tajam di Pematangsiantar dalam jangka pendek.

Berbeda dengan kenaikan harga yang dipicu oleh kebijakan fiskal atau perubahan selera konsumen, kenaikan harga ikan saat ini murni disebabkan oleh faktor alam dan gangguan distribusi.

"Cuaca buruk membatasi hasil tangkapan nelayan. Distribusi dari daerah pesisir menuju Pematangsiantar terganggu, meningkatkan biaya operasional serta kelangkaan satu jenis ikan memicu kenaikan harga pada jenis ikan konsumsi lainnya sebagai barang substitusi," ucapnya.

Ia menambahkan, momen Ramadan yang semakin dekat membuat lonjakan harga semakin menjadi sinyal merah bagi stabilitas ekonomi rumah tangga.

"Pemerintah dituntut tidak pasif dan segera mengambil langkah adaptif berbasis data pasar," ujarnya.

Beberapa instrumen kebijakan yang mendesak seperti penguatan rantai pasok untuk Memastikan jalur distribusi dari pelabuhan perikanan ke pasar tradisional tetap lancar.

Kemudian, penyediaan cadangan untuk optimalisasi stok ikan beku (cold storage) mampu mengintervensi pasar jika harga terus melambung.

“Mengawasi spekulasi harga di tingkat pedagang besar juga bisa mencegah permainan harga yang merugikan konsumen," katanya.

Perlu dipahami, fenomena kenaikan harga ikan saat ini mengingatkan kita bahwa tantangan ekonomi mikro memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat luas.

Tanpa adanya sinergi antar-pemangku kepentingan, harga pangan berpotensi terus meroket saat puncak permintaan menjelang hari besar keagamaan.

"Respons kebijakan harus cepat dan berbasis data. Jika tidak, daya beli masyarakat Siantar akan tergerus di tengah persiapan menyambut bulan suci," tuturnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN