Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Emas Dunia Meroket Awal 2026, Tembus 4.600 Dolar AS Dipicu Geopolitik

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 pukul 10.18 WIB
harga_emas_dunia_meroket_awal_2026_tembus_4600_dolar_as_dipicu_geopolitik

Ilustrasi emas dunia (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Harga emas dunia menunjukkan performa yang sangat impresif pada awal tahun 2026. Meski sempat mengalami koreksi tipis, komoditas pelindung nilai (safe haven) ini diprediksi akan terus meroket seiring meningkatnya tensi geopolitik di berbagai belahan dunia yang memicu kekhawatiran pelaku pasar keuangan global.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, melaporkan bahwa harga emas dunia sempat menyentuh level 4.620 dolar AS per troy ons pada sesi perdagangan Amerika Serikat (AS). Saat ini, harga terpantau mengalami koreksi tipis di kisaran 4.585 dolar AS per troy ons, atau setara dengan lebih dari Rp2,5 juta per gram.

“Emas mampu menahan tekanan jual meski sudah naik signifikan. Hal ini didorong oleh tensi geopolitik yang kian memanas. Ada potensi besar harga emas menembus level psikologis 4.600 dolar AS pada Januari ini,” kata Gunawan, Selasa (13/1/2026).

Gunawan menyoroti sejumlah titik api geopolitik yang menjadi pemicu utama mahalnya harga emas, di antaranya rencana ketegangan terbuka antara Iran dengan Israel dan AS, memburuknya hubungan antara Tiongkok dan Taiwan, serta konflik Rusia dengan NATO dan ketegangan diplomatik AS dengan negara-negara tetangganya.

Selain faktor perang, Gunawan memperingatkan adanya ancaman dari sektor keuangan.

“Pasar keuangan saat ini dinilai tengah membentuk gelembung (bubble) yang sewaktu-waktu bisa pecah. Investor mulai melirik emas sebagai instrumen investasi yang paling layak di tengah perlambatan ekonomi dan inflasi tinggi yang membayangi tahun 2026,” ucapnya.

Dari sisi ekonomi makro, pelaku pasar tengah menantikan rilis data inflasi AS pada pekan ini. Meski data tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif jangka pendek, sejumlah data ekonomi AS lainnya masih membuka peluang bagi Bank Sentral AS (The Fed) untuk memperlonggar kebijakan moneter atau memangkas suku bunga.

Kebijakan tersebut dinilai akan menguntungkan emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek hingga menengah.

“Seburuk apa pun tekanan ekonomi terhadap emas, harganya tidak akan tertekan lama jika benih-benih peperangan mulai muncul. Masyarakat harus disiplin memantau dinamika politik global untuk mengambil keputusan investasi yang tepat,” ujar Gunawan.

Kenaikan harga emas yang konsisten ini mengindikasikan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun penuh tantangan bagi pasar aset berisiko, sementara emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor untuk mengamankan nilai kekayaan mereka.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN