Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Ketidakpastian Global

Ilustrasi. (Foto: Treasury.id)
Jakarta, MISTAR.ID
Harga emas dan perak dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di tengah berlanjutnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Investor terus memburu aset safe-haven, sementara ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) turut memperkuat reli logam mulia.
Pada perdagangan Rabu (14/1/2026), harga emas dunia naik 0,72 persen ke level US$4.620,48 per troy ons. Sepanjang perdagangan intraday, harga emas bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di posisi US$4.642,72 per troy ons. Penutupan tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dan menandai pertama kalinya emas ditutup di atas level US$4.600 per troy ons.
Kenaikan tersebut terjadi setelah harga emas sempat melemah tipis 0,13 persen pada perdagangan Selasa. Namun, dilansir dari CNBCIndonesia, pada perdagangan Kamis (15/1/2026) hingga pukul 06.27 WIB, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,30 persen ke posisi US$4.606,59 per troy ons.
Reli harga emas juga diikuti oleh pergerakan naik harga perak. Lonjakan harga logam mulia terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk peringatan Iran kepada negara-negara tetangga yang menampung pasukan Amerika Serikat serta dinamika hubungan AS dengan Denmark dan Greenland.
Chief Operating Officer Allegiance Gold Alex Ebkarian menyebut pasar emas dan perak tengah berada dalam fase bullish struktural. “Semua jalan mengarah ke emas dan perak,” ujarnya, merujuk pada kuatnya permintaan dari berbagai kelompok investor.
Di sisi ekonomi, data penjualan ritel Amerika Serikat menunjukkan peningkatan 0,6 persen pada November, melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen. Meski mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang solid, pengeluaran terutama ditopang oleh rumah tangga berpenghasilan tinggi, sementara konsumen berpendapatan rendah masih tertekan oleh kenaikan biaya hidup.
Kondisi tersebut turut diperparah oleh kenaikan harga pangan pada Desember yang tercatat sebagai yang tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Bank of America Securities mencatat adanya kesenjangan pengeluaran yang semakin melebar antara kelompok pendapatan tinggi dan rendah, khususnya pada belanja diskresioner.
Sementara itu, kekhawatiran terhadap independensi The Fed masih membayangi pasar setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman hukum terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Ketidakpastian tersebut semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak global. (hm25)






















