Harga Cabai Anjlok hingga Rp10 Ribu per Kilogram, Petani di Dairi Merugi

Cabai milik petani di Parbuluan, Dairi. (foto: istimewa/mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Petani cabai di Kabupaten Dairi mengeluhkan anjloknya harga jual yang tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi. Sejak Lebaran 2026, harga cabai di tingkat petani hanya berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Salah seorang petani, Peri Purba, warga Kecamatan Parbuluan, mengatakan kondisi ini membuat petani mengalami kerugian. “Sejak Lebaran sampai sekarang, harga cabai ke agen hanya Rp8.000–Rp10.000 per kilo. Cabai hijau bahkan ada yang Rp2.000 per kilo,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, harga tersebut jauh dari cukup untuk menutupi biaya perawatan dan tenaga kerja. Ia mengaku telah memanen sekitar 500 kilogram cabai selama harga rendah berlangsung.
“Biaya petik saja sudah tidak tertutupi. Belum lagi pupuk, obat semprot, dan perawatan lainnya. Kami jadi nombok,” katanya.
Meski merugi, petani tetap harus memanen cabai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para petani berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu, terutama saat harga hasil pertanian anjlok. Salah satu harapan mereka adalah adanya intervensi harga atau pembelian hasil panen dengan harga yang layak.
Sementara itu, Direktur Perusahaan Daerah Pasar Kabupaten Dairi, Lumpin Pangaribuan, menyebut harga cabai dari petani di Pasar Sumbul berada di kisaran Rp12.000 per kilogram.
Namun, harga di tingkat konsumen berbeda. Di Pasar Sidikalang, harga eceran cabai merah dan cabai hijau masing-masing mencapai Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit dijual sekitar Rp25.000 per kilogram.
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Dairi Vickner Sinaga, belum memberikan tanggapan terkait keluhan petani dan langkah penanganan yang akan diambil pemerintah daerah.
PREVIOUS ARTICLE
Distribusi Barang di Belawan Meningkat, Capai 116.926 TEUs














