Saturday, October 10, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Forum Bisnis India-Sumatra Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Mistar.idSabtu, 10 Oktober 2026 pukul 16.31 WIB
forum_bisnis_indiasumatra_dorong_umkm_tembus_pasar_global_

Konjen India di Medan, Ravi Shanker Goel saat memberikan pemaparan dalam forum bisnis India-Sumatera. (foto: Konjen India di Medan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Konsulat Jenderal India di Medan bersama Junior Chamber International (JCI), Indonesia Open Network (ION) dan State Bank of India (SBI) Indonesia menggelar kegiatan yang membahas tentang peluang dagang, jaringan perdagangan digital terbuka, serta layanan pembiayaan perdagangan.

Forum bisnis antara India dan Sumatra itu membawakan tema ‘Opening New Digital Opportunities: Unlocking Export-Import Opportunities for MSMEs in the Digital Marketplace, dengan harapan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk berkembang.

Di India, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berjumlah 63 juta mampu menyerap sekitar 111 juta tenaga kerja. UMKM ini turut menyumbang 28,77 persen produk domestik bruto dan berkontribusi sebanyak 45 persen terhadap ekspor India.

“Indonesia tercatat sebagai mitra dagang terbesar kedua India untuk kawasan ASEAN, dengan nilai perdagangan bilateral yang terus meningkat,” kata Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, Sabtu (10/10/2026).

Berdasarkan data perdagangan India dengan 10 provinsi di Pulau Sumatra, Riau merupakan provinsi dengan perdagangan terbesar yang mencapai US$2,05 miliar, selanjutnya disusul Sumatera Utara yang mencapai US$1,10 miliar dan Kepulauan Riau berkisar US$1,05 miliar.

Ravi menyebutkan, ekspor Sumut ke India sebesar hingga US$865 juta, sementara impor dari India berkisar US$239 juta. “Secara umum ekspor Sumatra ke India melampaui impor India di seluruh provinsi Sumatra,” tuturnya.

Sementara itu, Head of Operation ION, Tutus Kusuma mengatakan sebanyak 212 juta penduduk Indonesia aktif menggunakan internet. Lebih dari 80 persen di antaranya pernah berbelanja secara online. Ia mengatakan, pada 2024 ekonomi digital Indonesia bernilai USD 82 miliar.

“Peluang digital akan terus berubah-ubah. Tantangan pelaku UMKM bukan lagi tentang bagaimana dapat hadir secara daring, tapi juga terhubung dengan ekosistem yang lebih luas lagi,” ucapnya.

Ia menambahkan ION dapat digunakan sebagai penghubung ekosistem, di mana pelaku UMKM dapat berbisnis sesuai dengan cara dan aplikasi masing-masing untuk menjangkau pelanggan, logistik, pasar regional hingga global.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN