Relawan: Penyintas Bencana Masih Butuh Dukungan Emosional, Sekolah Darurat hingga Tempat Ibadah

Sejumlah anak penyintas bencana saat kegiatan trauma healing yang dilakukan Revita Febbyola di lokasi terdampak bencana. (foto:istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, kebutuhan dukungan psikososial bagi para penyintas dinilai masih sangat mendesak. Hal ini disampaikan Revita Febbyola, relawan psikososial dan trauma healing yang terjun langsung ke lokasi-lokasi terdampak bencana.
Selama dua bulan terakhir, ia bersama NGO dan sejumlah komunitas sosial, aktif mendampingi korban bencana di Medan, Tapanuli, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.
Revita mengatakan saat ini ia memfokuskan pendampingan di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, sambil tetap bolak-balik ke Medan untuk tetap mendukung anak-anak terdampak melalui sanggar-sanggar belajar.
Menurutnya, pendampingan psikososial yang ia lakukan lebih banyak menyasar anak-anak di lokasi bencana. Kegiatan tersebut dikemas melalui metode bermain, bercerita, menggambar, mendongeng, hingga bernyanyi bersama.
“Sedangkan untuk trauma healing, aku mencoba menjadi pendengar para ibu, bapak dan remaja atas perasaan mereka yang pertanyaan-pertanyaannya dibantu lewat media kartu,” katanya kepada Mistar, Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan meski bantuan sudah mulai datang, kondisi masyarakat penyintas belum sepenuhnya membaik. Hingga kini, kebutuhan dasar masih sangat diperlukan, mulai dari sarana dan prasarana, pangan, hingga dukungan psikologis.
“Masyarakat penyintas masih sangat membutuhkan bantuan dalam bentuk apa pun,” tuturnya.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa wilayah terdampak masih memerlukan sekolah darurat serta tempat ibadah. Di Aceh, kata dia, masyarakat membutuhkan meunasah sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial.
“Mereka masih memerlukan sekolah-sekolah darurat, tempat ibadah yang di Aceh disebut meunasah, serta alat-alat berat untuk membersihkan puing, lumpur, dan bongkahan kayu yang masih menggunung,” ujar Revita.
Ia berharap para relawan dan komunitas sosial terus berdatangan dan bergerak bersama untuk membantu para penyintas bencana yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.
“Semoga relawan-relawan masih terus berdatangan dan bergerak bersama membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
Ciri-ciri Bahasa Tubuh Seseorang Punya Kecerdasan TinggiBERITA TERPOPULER























