Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Inggris Larang Makanan Gorengan di Menu Sekolah, Batasi Asupan Gula

Mistar.idKamis, 16 April 2026 pukul 11.57 WIB
inggris_larang_makanan_gorengan_di_menu_sekolah_batasi_asupan_gula

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

London, MISTAR.ID

Pemerintah Inggris berencana melarang makanan yang digoreng (deep-fried) dalam menu makan siang di sekolah serta membatasi makanan tinggi gula, sebagai bagian dari reformasi kualitas gizi bagi pelajar.

Kebijakan ini diumumkan oleh Department for Education (DfE) yang menyatakan perubahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan asupan gizi jutaan anak di sekolah dasar dan menengah.

Menteri Pendidikan Inggris, Bridget Phillipson, menyebut kebijakan ini sebagai perombakan makanan sekolah paling ambisius dalam satu generasi.

“Setiap anak berhak mendapatkan makanan lezat dan bergizi di sekolah yang memberi mereka energi untuk berkonsentrasi, belajar, dan berkembang,” ujar Phillipson, Senin (13/4/2026), dikutip dari BBC.

Dalam usulan tersebut, sekolah tidak lagi diperbolehkan menyediakan makanan siap saji tidak sehat seperti sosis gulung dan pizza setiap hari. Makanan penutup manis juga akan dibatasi hanya satu kali dalam seminggu.

Sebagai gantinya, buah-buahan akan lebih sering disajikan untuk menggantikan camilan tinggi gula, sementara sayuran dan biji-bijian utuh akan ditingkatkan dalam menu makan siang.

Menteri Pendidikan Anak Usia Dini Inggris, Olivia Bailey, menambahkan bahwa sekolah juga akan diminta untuk mempublikasikan menu makanan secara daring.

“Saya rasa makanan yang lebih sehat tidak harus lebih mahal untuk sekolah,” ujarnya.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari Association of School and College Leaders, meski mereka menekankan pentingnya tambahan pendanaan agar sekolah mampu menerapkan perubahan tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan optimistis sekolah dapat memenuhi kebijakan baru tersebut dengan anggaran yang ada.

“Saya pikir mereka bisa,” katanya dalam wawancara di Radio 5 Live.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya masalah kesehatan anak. Berdasarkan program pengukuran nasional 2024-2025, satu dari tiga anak di Inggris lulus sekolah dasar dalam kondisi kelebihan berat badan atau obesitas.

Selain itu, menurut DfE, kerusakan gigi akibat konsumsi gula berlebih menjadi penyebab utama anak usia 5 hingga 9 tahun dirawat inap di rumah sakit.

Rencana reformasi ini sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Pemerintah kini akan menerapkan perubahan secara bertahap, khususnya di jenjang sekolah menengah, guna memberi waktu bagi sekolah untuk menyesuaikan resep, memperbarui menu, serta melatih staf.

Standar final kebijakan makanan sekolah akan diumumkan pada September 2026 dan dijadwalkan mulai berlaku pada September 2027. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN