3.5 C
New York
Wednesday, February 8, 2023

Harga Daging Babi Terus Merosot, China Hadapi Kekhawatiran Baru

Beijing, MISTAR.ID

Harga daging babi di China terus merosot dalam beberapa bulan terakhir. Harga nya bahkan turun menjelang Tahun Baru atau Imlek yang menjadi puncak konsumsi warga Tiongkok.

Melandainya harga daging babi tercermin dari pergerakan harga futures nya. Pada akhir pekan lalu, harga daging babi turun ke US$ 77,83 per Lbs. Kisaran harga tersebut adalah yang terendah dalam tiga bulan terakhir.

Merujuk pada data inflasi China, harga babi turun 8,7% pada Desember 2022 dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini lebih tajam dibandingkan pada November 2022 yang terkoreksi 0,7%.

Baca juga:Harga Daging Babi Melonjak Rp130 Ribu Per Kilo, Pedagang: ‘Lalat Aja Takut’

Dilansir dari Yicai Global, rata-rata harga babi jatuh ke kisaran US$ 2,27 per kg pada Desember 2022. Harga tersebut jatuh hampir 50% dibandingkan pada Oktober 2022.

Anjloknya harga babi secara terus menerus tentu saja menjadi kekhawatiran. Pasalnya, industri daging babi melibatkan jutaan warga China mulai dari peternak, pemotong daging, hingga pedagang. Dengan harga yang menurun maka pendapatan mereka bisa jatuh.

Anjloknya harga justru terjadi menjelang Imlek di mana tradisi memotong dan memakan babi bersama keluarga hadir.

Baca juga:Harga Daging Babi Terus Merosot, China Hadapi Kekhawatiran Baru

Akibat harga yang turun tajam, peternak babi kini kehilangan sekitar US$ 44 per ekor padahal pada periode yang sama tahun-tahun sebelumnya mereka bisa mendapatkan keuntungan sebesar US$ 148 per babi dewasa.

Turunnya harga babi disebabkan oleh sejumlah faktor mulai dari menurunnya permintaan, supply yang mencukupi, hingga meningkatnya penyebaran Covid-19.

Penjualan daging babi anjlok menjadi sekitar 64.000 ton pada Desember 2022. Penjualan tersebut turun hampir setengahnya dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Konsumsi daging babi mungkin sudah melewati titik terendah tetapi harga belum sampai ke titik terendah. Harga masih bisa turun,” ujar analis dari Rabobank, Pan Chenjun, seperti  dikutip dari Time. (cnbc/hm06)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,705FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles