13.9 C
New York
Friday, April 12, 2024

Diprediksi Wisata Religi, Alam dan Kuliner Jadi Favorit Libur Lebaran

Jakarta, MISTAR.ID

Libur Lebaran tahun 2024 sebentar lagi tiba, sehingga diperkirakan wisata religi, alam dan kuliner sebagai favorit wisatawan.

Lokasi-lokasi religius, destinasi alam dan kuliner diprediksi akan kebanjiran pengunjung saat liburan Lebaran Idul Fitri. Destinasi itu sebagai tempat yang cocok untuk merayakan momen Lebaran bersama dengan keluarga.

“Tren ini dapat terjadi, sebab masyarakat cenderung mau merayakan momen Lebaran dengan mendatangi tempat-tempat yang memberikan pengalaman spiritual, alam yang indah. Termasuk mencicipi kuliner khas Lebaran di beberapa daerah,” sebut Pakar Strategi Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi, pada Rabu (3/4/24).

Baca juga:Wali Kota Medan Ingin Perayaan Thaipusam Jadi Wisata Religi

Begitu juga dengan tren penginapan yang disukai wisatawan kala libur Lebaran. Saat ini, wisatawan cenderung memilih penginapan yang menyajikan pengalaman unik dan lain.

“Contohnya penginapan dengan pemandangan bagus, desain interior estetik dan dekat dengan objek wisata. Homestay juga semakin disukai, karena memberikan pengalaman tinggal di rumah lokal,” kata Taufan.

Anggota Dewan Pakar TKN Bidang Parekraf itu berpendapat, masyarakat lebih memilih penginapan sebab mau pengalaman liburan yang lebih personal dan berkesan, serta berkeinginan menyusuri destinasi wisata dengan lebih dekat.

Baca juga:Masjid Raya, Destinasi Wisata Kota Medan yang Tetap Mempesona

“Penginapan yang dikelola mandiri seperti homestay bisa sebagai hal yang bagus, sebab memberikan pengalaman tinggal lebih otentik dan interaksi yang lebih dekat dengan warga lokal. Itu bisa sebagai sumber pendapatan tambahan terhadap pemilik rumah,” paparnya.

Supaya homestay atau penginapan milik perorangan mampu bertahan dan berkompetisi dengan penginapan yang lebih besar, Taufan mengusulkan pemiliknya memberikan pelayanan yang ramah, menyediakan fasilitas memadai, mempromosikan pengalaman lokal yang unik, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan penginapan.

“Pengalamannya diterima wisatawan, namun mereka juga mendapatkan pelayan sepertinya menginap di hotel pada biasanya,” tutup Taufan. (dtk/hm16)

Related Articles

Latest Articles