19.1 C
New York
Friday, May 24, 2024

Kasus Flu Singapura Pada Anak Meningkat, Kenali Gejalanya

Jakarta, MISTAR.ID

Kasus flu Singapura, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD) terus meningkat di kalangan anak-anak, khususnya wilayah Depok dan Banten. Di Banten tercatat lebih dari 700 kasus flu Singapura sejak Januari hingga Maret 2024.

Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), penyakit ini disebabkan oleh virus Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71. Penularannya melalui cairan dari hidung, tenggorokan, dan lesi kulit yang pecah dari individu yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi melalui kontak dekat dengan penderita.

Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyakit ini, meskipun jarang, tetapi penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa, terutama mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca juga: Anak Lahir Oktober Memiliki Risiko Rendah Tertular Flu

Gejala flu Singapura pada anak biasanya dimulai dengan demam, nyeri tenggorokan, penurunan nafsu makan, dan rasa tidak nyaman.

“Setelah 1-2 hari, biasanya bintik-bintik merah muncul di mulut yang kemudian berkembang menjadi sariawan. Selanjutnya, ruam juga dapat muncul pada kulit telapak tangan dan kaki,” tertulis dalam pernyataan IDI yang dilihat pada, Minggu (22/3/24).

Meskipun gejala umumnya ringan, pada beberapa kasus penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Lesi di mulut dapat menyebabkan kesulitan minum dan dehidrasi. Pada kasus yang lebih parah, HFMD bahkan bisa menyebabkan penyakit serius, seperti meningitis dan ensefalitis yang memerlukan perawatan intensif.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk flu Singapura pada anak. Pengobatan yang ada hanya bersifat meredakan gejala. (mtr/hm20)

Related Articles

Latest Articles