Wednesday, July 8, 2026
home_banner_first
WISATA

Destinasi Ekowisata Pasar Kamu Deli Serdang, Nostalgia Kuliner Tradisional Diserbu Wisatawan

Mistar.idMinggu, 28 Desember 2025 pukul 21.49 WIB
destinasi_ekowisata_pasar_kamu_deli_serdang_nostalgia_kuliner_tradisional_diserbu_wisatawan

Sejumlah pengunjung berbelanja di Pasar Kamu Kabupaten Deli Serdang menggunakan alat tukar tempu. (foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Destinasi wisata kuliner Pasar Kamu di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, kembali menjadi magnet wisatawan saat musim liburan akhir tahun dan buka setiap hari Minggu. Ribuan pengunjung memadati pasar unik ini untuk berburu aneka kuliner tradisional Nusantara yang kini semakin jarang ditemui di kehidupan sehari-hari.

Mistar.id mengunjungi Pasar Kamu pada Minggu (28/12/2025). Pengunjung dapat menikmati beragam makanan khas tempo dulu, mulai dari jajanan pasar seperti lupis, cenil, klepon, ongol-ongol, gemblong, gatot, tiwul, dodol, rengginang, grontol jagung, hingga apem gula merah. Aroma nostalgia semakin terasa dengan kehadiran berbagai kue tradisional Melayu yang dulu akrab di acara adat dan keagamaan.

Keunikan Pasar Kamu tak berhenti pada sajian makanan. Pasar yang merupakan singkatan dari Pekan Sarapan Karya Anak Muda (KAMU) ini hanya buka selama lima jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB setiap hari Minggu pagi. Lokasinya berada di Jalan Perintis, Dusun II, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, sekitar 32 kilometer dari pusat Kota Medan, dan telah beroperasi sejak tahun 2020.

Beberapa di antaranya adalah kue rasida yang legit, kue dangai bercita rasa gurih, kue keukarah yang renyah, kue lempeng torak, pulut panggang beraroma daun pisang, kue makmur, hingga pulut kuning lengkap dengan ayam panggang. Kini, kudapan semacam ini tergolong langka dan bahkan mulai terlupakan oleh generasi muda, meski dulu selalu hadir dalam kenduri, perkawinan, khitanan, hingga tradisi turun tanam padi.

Tak hanya makanan, Pasar Kamu juga menawarkan minuman tradisional yang menyegarkan, seperti air jahe hangat, bandrek, wedang rempah, hingga berbagai minuman berbasis gula aren yang diracik secara tradisional. Ragam kuliner yang tersedia pun semakin kaya dengan kehadiran menu khas Batak, Aceh, Tionghoa, Minang, dan etnis lainnya, menjadikan pasar ini seperti etalase besar kuliner lintas budaya.

Daya tarik lainnya adalah konsep transaksi yang tak biasa. Pasar ini berada di tengah hamparan persawahan dan pemukiman warga, dengan sistem pembayaran menggunakan alat tukar bernama tempu, yakni batok kelapa yang menjadi simbol lokal. Satu tempu setara dengan Rp2.000, dan pengunjung harus menukarkan uang tunai terlebih dahulu di konter pembayaran sebelum berbelanja

Salah satu pengunjung asal kota Bukittinggi Sumatera Barat, Fadli yang turut serta mengajak keluarganya datang berkunjung mengaku merasakan kembali cita rasa masa kecil yang kini sulit ditemukan. Menurutnya, Pasar Kamu bukan sekadar tempat makan, tetapi juga ruang untuk mengenang tradisi dan mengenalkan kuliner warisan leluhur kepada anak-anak muda.

“Datang ke sini kita seperti dibuat bernostalgia dengan makanan tradisional jaman dahulu. Kalau sekarang sudah sulit didapat makanan tradisional seperti ini,” katanya.

Dengan konsep unik, suasana pedesaan yang asri, serta kekayaan kuliner tradisional, Pasar Kamu terus membuktikan diri sebagai destinasi wisata kuliner nostalgia yang tak pernah sepi peminat, terutama saat liburan akhir tahun.

Berbelanja dengan alat tukar tempu yang dibuat dari batok kelapa juga menjadi hal yang baru baginya sebagai alat tukar.

“Harga makanan dan minuman pun terjangkau, mulai dari dua tempu hingga maksimal lima tempu,” ujarnya.

Tak hanya memanjakan lidah, Pasar Kamu juga berkembang sebagai destinasi edu wisata kuliner yang sarat nilai budaya. Pengunjung, khususnya anak-anak, dapat belajar mengenal ragam makanan tradisional Nusantara beserta sejarah dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat tempo dulu.

Konsep tersebut menjadikan Pasar Kamu sebagai pilihan ideal bagi keluarga yang ingin mengisi liburan akhir tahun dengan kegiatan bermakna. Suasana alam persawahan, kuliner sehat berbasis tradisi, serta nuansa kebersamaan membuat destinasi ini tak sekadar tempat wisata, melainkan ruang belajar budaya yang hidup.

Tak heran jika Pasar Kamu terus menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin berlibur sambil memperkenalkan kekayaan kuliner warisan leluhur kepada generasi muda.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN