Wednesday, July 1, 2026
home_banner_first
WISATA

Aliran Lahar Dingin Sinabung Jadi Daya Tarik Wisata Alam di Karo

Mistar.idKamis, 14 Mei 2026 pukul 19.03 WIB
aliran_lahar_dingin_sinabung_jadi_daya_tarik_wisata_alam_di_karo

Salah satu wisatawan diabadikan dengan latar belakang Gunung Sinabung. (foto: abay/mistar)

news_banner

Karo, MISTAR.ID

Aliran lahar dingin bekas erupsi Gunung Sinabung di Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, kini menjadi daya tarik wisata alam bagi wisatawan lokal.

Aliran tersebut yang bermuara menjadi sungai di kawasan Lau Borus menawarkan suasana sejuk dan pemandangan yang menarik untuk kegiatan rekreasi di alam terbuka.

Lokasi ini berada sekitar lima kilometer dari Gunung Sinabung yang saat ini berstatus Level II (Waspada), sehingga masih termasuk dalam kawasan yang perlu kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik.

Salah seorang wisatawan asal Medan, Sri Diantie, mengatakan momentum libur nasional Kenaikan Yesus Kristus dimanfaatkan untuk berwisata dan melepas penat.

“Sesekali kami menikmati suasana di aliran Sungai Lau Borus yang berada di depan Gunung Sinabung. Suasananya sejuk dan cukup menarik untuk beristirahat,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Ia juga menyebutkan sejumlah destinasi wisata di kawasan Berastagi seperti Pasar Buah, Puncak Gundaling, Taman Lumbini, serta Air Terjun Sipiso-piso dan Tongging yang menjadi tujuan favorit wisatawan.

Sementara itu, wisatawan lain, Iwan, yang datang bersama rombongan dari Pematangsiantar, mengatakan mereka memilih berkemah di sekitar aliran sungai untuk menikmati suasana alam.

“Kami mendirikan tenda di sini sejak malam. Cuaca cerah membuat suasana semakin nyaman untuk berkemah,” katanya.

Meski menjadi lokasi wisata, kawasan sekitar Gunung Sinabung tetap berada dalam zona rawan sehingga masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi rekomendasi dari pihak berwenang.

Gunung Sinabung sendiri diketahui kembali aktif sejak 2010 setelah lama tidak erupsi, dengan beberapa periode letusan besar yang menyebabkan korban jiwa, pengungsian, serta dampak abu vulkanik dan aliran material panas di wilayah sekitarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN