Umat Buddha Sibolga Diajak Mencintai Alam di Tengah Bencana yang Datang Berulang

Romo Pandhita Surya bersama Ketua MBI Kota Sibolga Margono dan pengurus MBI usai ibadah perayaan Imlek di Vihara Avalokitesvara Sibolga. (foto: feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Ratusan umat Buddha di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), memadati Vihara Avalokitesvara Sibolga di Jalan S Parman, Kelurahan, Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota.
Mereka mengikuti ibadah kebaktian perayaan Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 yang dipimpin Romo Pandhita Surya Viyano Satino dan dihadiri Ketua Majelis Budhayana Indonesia (MBI) Kota Sibolga Margono.
Dalam kesempatan itu, Romo Pandhita Surya mengajak umat Buddha untuk tetap mendoakan kebaikan alam, di tengah kondisi bencana yang datang berulang. "Semoga sang Tri Ratna Budha Darma senantiasa melindungi daerah tercinta dan kita memiliki cinta kasih terhadap alam semesta," ujarnya.
Pandhita Surya juga menyampaikan pentingnya umat manusia menjaga setiap makhluk hidup, dan menjaga hutan. Menurutnya, bencana tidak terlepas dari campur tangan manusia itu sendiri.
"Semoga tidak terjadi lagi penebangan hutan secara liar, karena kondisi alam di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng adalah tanggung jawab kita semua," katanya.
Ia berharap ibadah Imlek tahun ini dapat mendatangkan kebaikan dan seluruh umat memperoleh ketenangan serta terhindar dari marabahaya dan berbagai penyakit.
Ketua MBI Kota Sibolga, Margono didampingi Penasehat MBI, Andri Parlinggoman Sihombing/Alok, mengajak umat Budha bijaksana dalam merayakan Imlek shio kuda tahun 2026 untuk menjalankan tradisi dengan penuh kesadaran dan kesederhanaan.

Umat Budha mengikuti ibadah kebaktian perayaan Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 dipimpin Romo Pandhita Surya Viyano. (foto: feliks/mistar)
Baca Juga: Kunjungi Vihara Tri Ratna saat Malam Imlek, Mahyaruddin Salim: Tanjungbalai Rumah Besar Keberagaman
Menurutnya, perlu merayakan Imlek penuh kesederhanaan mengingat sebagian wilayah di Tapanuli masih dirundung duka akibat dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir akhir ini.
"Mari kita rayakan secara khidmat, kunjungi keluarga, sanak saudara, jangan terlalu euforia mengingat saudara-saudara kita lagi kesusahan," ucapnya.
Margono juga menyampaikan dukungan moril kepada korban bencana yang dihadapi masyarakat Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng untuk tetap kuat menghadapi cobaan.
Ia menjelaskan, shio kuda merupakan simbol energi, keberanian, dan semangat untuk melangkah maju. "Mari terus bersemangat menyambut tahun baru imlek ini dan tetap kuat untuk bangkit," tuturnya.
BERITA TERPOPULER























