PT KIM Gandeng Universitas Al-Azhar, Kampus Baru Berpotensi Hadir di Kawasan Industri Medan

Penandatanganan kerja sama antara PT KIM dan Universitas Al-Azhar. (foto:susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
PT Kawasan Industri Medan (PT KIM) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Al-Azhar melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama yang berlangsung di Aula Universitas Al-Azhar ini disebut membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memiliki fasilitas operasional langsung di dalam kawasan industri.
Direktur Utama PT KIM, Daly Mulyana, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia kerja. Ia mengatakan, industri di lingkungan PT KIM yang menampung sekitar 45.000 pekerja membutuhkan talenta terampil yang siap pakai.
Dalam penandatanganan kerja sama ini juga disinggung terkait rencana pembukaan kampus di lingkungan KIM.
“Kami memfasilitasi sarana ruangan, sementara pengembangan teknis dan operasionalnya kami serahkan kepada Universitas Al-Azhar. Jika ini terwujud, ini akan menjadi kampus pertama yang berlokasi tepat di dalam area PT KIM,” ujar Daly, Rabu (20/5/2026).
Daly menjelaskan bahwa kehadiran kampus di dalam kawasan akan memudahkan akses mahasiswa untuk kegiatan magang, penelitian, hingga pengembangan inovasi mesin industri, sekaligus memberi akses perkuliahan terdekat bagi para pekerja.
“Kalau ada kampus, S1 atau S2 di situ, kelas karyawan juga senang. Jam empat atau lima sore mereka selesai bekerja, lalu bisa langsung belajar. Jadi ini luar biasa,” katanya menambahkan.
Selain dengan Universitas Al-Azhar, PT KIM juga telah melakukan koordinasi serupa dengan beberapa perguruan tinggi lain seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Prima Indonesia, dan Universitas HKBP Nommensen.
Menanggapi rencana tersebut, Rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Mawardi, didampingi Wakil Rektor I Nurdiana dan Wakil Rektor II Aisyah Lubis, menyatakan pihaknya akan segera mengeksekusi rencana pembukaan cabang kampus (filial) tersebut.
Fokus utama pengembangan akan menyasar program studi di Fakultas Teknik, seperti Teknik Mesin dan Teknik Industri.
“Kami akan langsung take action. Keberadaan kampus di tengah kawasan industri akan sangat mendukung penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE), di mana mahasiswa dapat langsung mempraktikkan case method atau pemecahan masalah industri secara nyata di lapangan,” tutur Mawardi.
Program ini juga diharapkan tidak hanya memfasilitasi magang, tetapi juga mempercepat penyerapan tenaga kerja terampil.
Kedua belah pihak menargetkan tindak lanjut kerja sama melalui Implementation Agreement (IA) pada awal Juni mendatang, yang akan mencakup program kuliah umum “BUMN Mengajar” serta sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan ratusan industri di kawasan Mabar. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Harkitnas di Tapteng Diperingati di Lokasi Bencana















