Pengajian Syawal Muhammadiyah di Asahan Kumpulkan Rp145 Juta, Pemkab: Kesadaran Kolektif

Sekretaris Daerah Asahan saat hadir dalam pengajian berkala Muhammadiyah di Kelurahan Siumbut-umbut. (Foto: Perdana/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Pengajian dan silaturahmi Syawal Muhammadiyah di Masjid At-Taqwa, Minggu (12/4/2026), berhasil mengumpulkan dana Rp145 juta.
Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan, Zainal Arifin Sinaga, menyebutkan berinfak mencerminkan kesadaran kolektif umat dalam mendukung pembangunan fasilitas ibadah.
“Berinfak menjadi contoh positif yang patut diteladani oleh elemen masyarakat lainnya dalam memperkuat solidaritas dan gotong royong. Ini menjadi bukti nyata kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Zainal.
Dilanjutkannya, kegiatan keagamaan yang diikuti 1.500 jemaah mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Asahan.
“Peran Muhammadiyah sangat strategis dalam membangun kehidupan religius sekaligus mempererat persatuan umat,” ucapnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah terus terjalin dengan baik.
“Sehingga mampu menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing,” ujarnya.
Infak yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk mendukung penyempurnaan pembangunan masjid yang telah digunakan sejak awal Ramadan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Asahan, Mohammad Akhiar, mengungkapkan semangat dakwah seperti ini menjadi modal penting dalam menyongsong agenda besar organisasi ke depan.
Sebut saja Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-49 yang akan digelar di Medan diperkirakan akan dihadiri jutaan warga Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.
“Kabupaten Asahan memiliki posisi strategis sebagai daerah perlintasan menuju Medan, sehingga perlu mempersiapkan diri sebagai lokasi transit bagi para peserta muktamar,” tuturnya.
Dilanjutkan Akhiar, “Pemkab Asahan tentu mendukung penuh kegiatan keagamaan seperti ini. Semangat dakwah yang ditunjukkan warga Muhammadiyah patut menjadi contoh dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis,” ujarnya. (hm20)















