Krisis Air Bersih di Lahewa Nias Utara, Warga Terpaksa Tunggu Damkar

Mobil kebakaran milik Pemkab Nias Utara tiba di Kantor Camat Lahewa untuk antisipasi masalah air PDAM mati selama dua pekan. (Foto: Dok. PDAM Lahewa/Mistar)
Nias Utara, MISTAR.ID
Warga Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, terpaksa mengandalkan pasokan air dari mobil pemadam kebakaran setelah distribusi air bersih PDAM Tirtanadi terganggu akibat pencemaran yang belum diketahui sumbernya.
Air PDAM Unit Lahewa dilaporkan masih terlihat berminyak dan belum layak digunakan, sehingga warga tidak mendapatkan air bersih selama beberapa hari terakhir.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, PDAM Unit Lahewa meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Nias Utara mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran guna mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
Kepala Cabang PDAM Pulau Nias, Arham Gea, membenarkan langkah darurat tersebut. Menurut Arham, hingga kini pihaknya masih belum menemukan penyebab pencemaran air.
“Karena air PDAM masih terlihat berminyak, kami meminta bantuan Pemkab Nias Utara untuk mengirim satu unit mobil damkar agar dapat mendistribusikan air bersih kepada seluruh pelanggan,” ujar Arham saat diwawancarai melalui WhatsApp, Jumat (24/4/2026).
Ia memastikan, seluruh biaya operasional mobil damkar selama bertugas di Lahewa menjadi tanggung jawab PDAM Unit Lahewa.
Sementara itu, Camat Lahewa, Deritani Lase, juga membenarkan mobil damkar telah mulai beroperasi untuk membantu warga.
“Iya, itu antisipasi sementara karena sampai saat ini air PDAM Lahewa masih mati,” katanya.
Sebelumnya, hasil laboratorium PDAM menunjukkan kandungan zat amonia sebesar 7,20 persen yang diduga berasal dari limbah sayuran. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Polemik Bumdes Sawakete Afulu: Aset Tak Jelas Hingga Sertifikat Rumah Milik Nelayan DiambilNEXT ARTICLE
13 Jemaah Calhaj Asal Karo Sudah Diberangkatkan


















