KMP Milik ASDP Tidak Beroperasi, Wisatawan Menuju Samosir Kecewa
kmp milik asdp tidak beroperasi wisatawan menuju samosir kecewa
Toba, MISTAR.ID
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) yang biasa melayani penyeberangan rute pelabuhan Ajibata menuju pelabuhan Ambarita Kabupaten Samosir dan sebaliknya, hingga kini belum beroperasi pasca insiden yang terjadi beberapa minggu yang lalu di pelabuhan Ambarita,
Kebijakan penutupan sementara atau tidak beroperasinya KMP rute pelabuhan Ambarita-Ajibata dan sebaliknya membuat sejumlah wisatawan yang hendak berlibur ke Kabupaten Samosir merasa kesal karna terlalu lama mengantri di Pelabuhan Ajibata,
Amatan Harian Mistar di Kecamatan Ajibata, Minggu (6/6/21) , sejumlah pengguna jasa penyeberangan tampak mengantri hingga berjam jam lamanya, akibatnya antrian tersebut mobil memanjang hingga dibahu jalan menuju pelabuhan, antrian kendaraan itu disebabkan tidak beroperasinya Kapal motor milik PT ASDP
Baca Juga: 9 Saksi Diperiksa Soal Jatuhnya Mobil dari KMP Ihan Batak ke Danau Toba
Sementara itu, KMP yang melayani penyeberangan dari Kecamatan Ajibata menuju Kabupaten Samosir hanya satu dioperasikan sehingga membuat sejumlah wisatawan merasa kecewa dan sebagian para wisatawan terpaksa putar balik lantaran tidak sabar menunggu anterian, seperti yang disampaikan salah satu wisatawan lokal asal Medan.
“Kami tidak jadi berlibur ke Kabupaten Samosir karna terlalu lama mengantri di Pelabuhan Ajibata, tentu kalau dipelabuhan Ajibata sudah mengantri, tentu pulangnya juga nanti pasti akan mengantri lagi di Pelabuhan Tomok sebab Kapal yang mengangkut para kenderaan hanya satu bolak balik,”sebut Marga Situmorang.
Situmorang juga mengatakan mengapa mesti harus ditutup, kalau memang KMP Ihan Batak masih dalam proses pemeriksaan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kepolisian, kan bisa Kapal Motor Kaldera Toba yang terparkir ini dioperasikan sehingga wisatawan bisa menyeberang tampa harus mengantri terlalu lama .
Baca Juga: Pasca Insiden di Pelabuhan Ambarita, Aktifitas Penyeberangan KMP Ihan Batak Dihentikan Sementara
Masalah pemeriksaan oleh APH dalam hal ini Kepolisian, kita juga sangat mendukung agar terungkap apa sebenarnya penyebab kejadian yang menelan Korban Jiwa itu, kita sebagai warga Negara Indonesia wajip mendukung proses penyelidikan yang dilakukan APH.
“Namum pelayanan penyeberangan janganlah sampai terganggu seperi ini, ini Daerah Destinasi Pariwisata Internasional loh, jika wisatawan terlalu lama mengantri disebuah pelabuhan tentu akan menimbulkan kerumunan, tidak mungking para wisatawan itu betah tinggal di Mobil terus-menerus samapai bisa masuk anterian,”ungkap Situmorang wisatawan Asal Medan
Lebih lanjut Situmorang mengatakan, jika terjadi kerumunan tentu akan menimbulkan kekuatiran, terlebih dimasa sekarang ini, penularan wabah yang hingga kini terus mangalami peningkatan dan belum ditemukan obatnaya, Harus pihak-pihak yang terkait dan berwenang memikirkan solusi agar tidak terjadi kerumunan,”Ujar Situmorang.
Baca Juga: Bupati Samosir Sampaikan Belasungkawa, Terhadap Keluarga Korban Insiden KMP Ihan Batak
General Manager PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan ( ASDP ) saat dikonfirmasi terkait keluhan sejumlah pengguna jasa penyeberangan menyampaikan, bahwa kami telah dua kali mengajukan permohonan Kepada Kepolisian resort Samosir agar Kapal diizinkan beropersai, namum belum diperbolehkan,” kata Partogi Tamba General Manager ASDP.
Kepala Kepolisian Resort Samosir Ajun Komisaris Besar Polisi ( AKBP ) Josua Tampubolon , saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, hingga berita ini dikirim ke meja redaksi tidak memberikan tanggapan meski pesan yang dikirimkan kru mistar melalaui aplikasi WhatsApp sudah tanda garis dua ( Karmel/hm13 )
PREVIOUS ARTICLE
BON & BENNNEXT ARTICLE
Aset Kripto Banyak Dipakai untuk Cuci Uang