KAI Divre I Sumut Gelar Sidak Narkoba di 6 Stasiun, 68 Petugas Dipastikan Negatif

Petugas tim kesehatan KAI Divre I Sumatera Utara saat melakukan pemeriksaan sampel urine dalam sidak pencegahan narkoba. (foto:dokumenkaisumut/mistar)
Medan, MISTAR.ID
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menggelar inspeksi mendadak (sidak) tes urine untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba terhadap puluhan petugas operasional, Senin (18/5/2026).
Langkah preventif tersebut dilakukan serentak di enam stasiun utama guna memastikan aspek keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara tetap terjaga.
Enam stasiun yang menjadi lokasi sidak berkala itu meliputi Stasiun Medan, Stasiun Tebing Tinggi, Stasiun Kisaran, Stasiun Siantar, Stasiun Rantauprapat, dan Stasiun Belawan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan pemeriksaan tersebut menyasar petugas yang bersentuhan langsung dengan operasional perjalanan maupun pelayanan penumpang di lapangan.
Pemeriksaan dilakukan secara mendadak dan acak menggunakan metode rapid test urine dengan instrumen enam parameter penanda narkotika.
“Sidak ini merupakan langkah preventif kami untuk memastikan seluruh petugas operasional berada dalam kondisi prima dan sehat saat menjalankan tugas. Dari total 68 petugas yang diperiksa secara acak, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba,” kata Anwar, Senin (18/5/2026).
Dari 68 personel yang menjalani tes urine mendadak tersebut, sebanyak 15 petugas di antaranya merupakan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), yakni masinis dan asisten masinis yang memegang peranan krusial dalam operasional perjalanan kereta api.
Sementara 53 petugas lainnya berasal dari berbagai lini vital operasional dan pelayanan, di antaranya petugas langsir kereta, tim perawatan sarana dan prasarana jalur rel, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), petugas pengamanan stasiun, petugas layanan kesehatan, hingga petugas kebersihan stasiun (cleaning service).
Anwar menegaskan, KAI tidak memberikan ruang bagi penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja. Selain menjaga integritas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) perusahaan, sterilisasi narkoba juga berdampak langsung terhadap kepercayaan publik pada moda transportasi massal tersebut.
“Melalui pemeriksaan berkala dan acak ini, KAI memastikan setiap petugas yang berdinas benar-benar siap menjalankan pekerjaannya secara optimal. Ini menjadi kunci utama dalam mendukung pelayanan yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.
KAI Divre I Sumatera Utara menyatakan akan terus melakukan pengawasan, pembinaan, serta evaluasi berkelanjutan agar seluruh proses operasional di wilayah Sumut tetap berjalan sesuai standar keselamatan perkeretaapian yang ketat. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Anggota DPRD Sumut Desak Kapolres Binjai Tutup Barak Narkoba












