Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Harga Pertalite Eceran di Taput Melonjak, Satu Botol Aqua Dijual Rp36 Ribu

Mistar.idSenin, 8 Desember 2025 pukul 10.17 WIB
harga_pertalite_eceran_di_taput_melonjak_satu_botol_aqua_dijual_rp36_ribu

Ilustrasi BBM eceran di Taput yang dijual Rp36 Ribu per botol. (foto: fernando/mistar)

news_banner

Taput, MISTAR.ID

Harga eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Pertalite di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) membuat warga resah. Di sejumlah titik, Pertalite dijual dalam botol Aqua ukuran 1,5 liter dengan harga mencapai Rp36 ribu per botol.

Salah seorang warga Siborongborong, B Sihombing, mengungkapkan keresahannya saat mengantre di SPBU Siborongborong, Senin (8/12/2025).

“Sudah lima hari saya terpaksa membeli Pertalite eceran 1,5 liter dengan harga Rp36 ribu per botol. Makanya saya pilih antre di SPBU karena harga resmi masih Rp10 ribu per liter,” ujarnya.

Ia berharap pihak berwenang segera melakukan razia, karena menurutnya praktik penjualan BBM eceran tersebut melanggar aturan migas. “Keuntungan pengecer itu bisa mencapai sekitar 200 persen. Modal beli satu botol hanya sekitar Rp15 ribu, tapi dijual Rp36 ribu,” kata Sihombing.

Kepala Bagian Perekonomian Tapanuli Utara, Mantovani Lumbantobing, saat dimintai tanggapan terkait harga eceran Pertalite tersebut menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Kalau benar dijual Rp36 ribu per 1,5 liter, biar saya hubungi polisi untuk turun ke lokasi. Itu sudah jelas melanggar aturan,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa penjualan BBM jenis Pertalite tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. “Siapa pun yang menjual BBM di luar HET pasti akan ditindak,” tuturnya.

Pantauan Mistar, Senin (8/12/2025), menunjukkan antrean panjang di SPBU Jalan Tarutung–Siborongborong, meski mobil pengangkut BBM belum tiba dari Belawan. Terlihat pula sejumlah mobil pribadi diduga sengaja mengantre untuk kemudian menjual kembali Pertalite kepada pengecer dengan harga sekitar Rp15 ribu per liter.

Sejumlah penjual BBM eceran di pinggir jalan terpantau beroperasi secara sembunyi-sembunyi, menunggu pembeli yang dianggap aman sebelum melayani transaksi. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN